Pengaturan Dasar WordPress.org

Setelah meng-install WordPress self-hosted, maka bisa dibilang website pertama kalian telah jadi. Tapi sebelumnya ada beberapa hal yang harus kita atur terlebih dahulu agar WordPress self-hosted yang baru kita install berjalan dengan baik. Berikut adalah beberapa tips pengaturan dasar untuk WordPress.org / WordPress self-hosted.

Pengaturan Dasar WordPress self-hosted

Bahasa pada gambar atau screenshot di bawah ini mungkin akan berbeda dengan bahasa yang kalian gunakan. Silahkan diterjemahkan ke bahasa yang kalian gunakan ya. Tetapi untuk setiap tata letak menu dan opsi pada gambar atau screenshot di bawah ini akan tetap sama. Pada tulisan ini, saya tidak akan menjabarkan semua isi dari ‘Pengaturan’ WordPress, hanya beberapa hal yang saya anggap sangat penting. Beberapa hal yang saya sarankan dalam beberapa pengaturan dasar WordPress, antara lain:

Pengaturan – Umum

Pengaturan Umum Bagian Atas - Pengaturan Dasar WordPress self-hosted
Pengaturan Umum Bagian Atas – Pengaturan Dasar WordPress self-hosted
Pertama-tama kita masuk ke menu ‘Pengaturan‘ kemudian pilih sub-menu ‘Umum‘ di bawahnya. Setelah masuk, kalian akan melihat tampilan seperti gambar di atas ini. Pada bagian atas dari pengaturan ini kita bisa meng-editJudul Situs‘ dan ‘Slogan‘ website kita. Untuk Alamat URL dan email akan otomatis terisi sendiri dan tidak perlu kita rubah. Mengubah URL pada pengaturan ini akan berdampak banyak pada website kita, apalagi jika mengubahnya ketika website sudah berjalan beberapa bulan. Jadi dibiarkan saja secara otomatis. Pada bagian ‘Keanggotaan‘ kita jangan centang jika hanya menggunakan website ini sendiri dan memang tidak mengizinkan pengguna lain untuk terdaftar. Jika kita mengizinkan pengguna lain untuk mendaftar tetapi hanya untuk blog pribadi dan tidak mengkustomisasi formulir pendaftaran pengguna dengan captcha, seringkali akan banyak bot spam yang mendaftar. Oleh karena itu sebaiknya untuk awal, kita jangan centang ‘Keanggotaan’ tersebut. Di bawahnya terdapat ‘Peran Pengguna Baru Standar‘ yang berhubungan dengan fitur keanggotaan di atasnya. Tidak perlu dirubah sementara ini. Pilihan pada ‘Bahasa Situs‘ kita pilih yang memang kita ingin gunakan karena akan berdampak ke sebagian besar bahasa pada tampilan luar website dan juga akan berdampak kepada bahasa pada halaman admin. Saran saya pribadi, gunakan bahasa sesuai bahasa penulisan kita, karena sedikit banyak akan mempengaruhi mesin pencari seperti Google menentukan masuk ke dalam kategori apa website kita. Pada bagian ‘Zona Waktu‘ kita pilih sesuai dengan kota tempat kita. Hal ini agar jam terbit setiap pos kita sesuai dengan waktu asli saat kita terbitkan pos tersebut.
Pengaturan Umum Bagian Bawah - Pengaturan Dasar WordPress self-hosted
Pengaturan Umum Bagian Bawah – Pengaturan Dasar WordPress self-hosted
Kita lanjut ke bagian bawah dari halaman Pengaturan Umum tadi. Tampilannya seperti pada gambar di atas ini. Pada bagian bawah ini kita bisa mengatur ‘Format Tanggal‘ sesuai yang kita suka dan juga ‘Format Waktu‘. Untuk kedua hal ini tidak akan berdampak banyak, jadi kita bisa bebas memilih. Kita juga bisa memilih hari pertama dari setiap minggu. Tidak harus kaku, kita bisa sesuaikan dengan yang kita suka juga. Setelah selesai jangan lupa klik tombol biru pada bagian bawah bertuliskan ‘Simpan Perubahan

Pengaturan – Membaca

Selanjutnya kita ke sub-menu ‘Membaca‘ dari menu ‘Pengaturan
Pengaturan Membaca - Pengaturan Dasar WordPress self-hosted
Pengaturan Membaca – Pengaturan Dasar WordPress self-hosted
Setelah membuka sub-menu ‘Membaca‘ dari menu ‘Pengaturan‘, kalian akan melihat tampilan seperti gambar di atas ini. Pada pengaturan ini ada beberapa hal yang dapat kita atur, seperti tampilan halaman utama (tampilan beranda website). Di sini kita bisa memilih ketika orang membuka website kita apa yang ingin kita tampilkan, pos-pos terkini atau sebuah halaman statis. Halaman statis yang dimakud adalah halaman yang sengaja kita susun sebagai halaman utama. Isinya bisa seperti slider, profile kita dan sebagainya sesuai keinginan kita. Namun, jika kalian blogger, saya menyarankan untuk memilih pengaturan ‘Pos-pos terbaru Anda‘. Tapi jika memang ingin menggunakan halaman statis pun juga bisa. Kita dapat membuat dua halaman terlebih dahulu pada menu ‘Laman‘. Satu halaman ditujukan sebagai halaman utama (beranda) dan satu lagi ditujukan halaman blog yang akan berisi pos-pos terkini dari kita. Setelah membuatnya kita bisa memilih opsi kedua dari ‘Tampilan beranda Anda‘, yaitu ‘Halaman statis‘ dan memilih halaman-halaman yang kita buat tadi sesuai pada tempatnya masing-masing. Pilihan pengaturan selanjutnya pada halaman ini adalah ‘Halaman blog menampilkan paling banyak‘, yang maksudnya adalah pada halaman blog (entah pada halaman beranda atau statis) berapa pos yang akan tampil pada setiap halaman? Saran saya untuk ini disesuaikan dengan estetika tampilan website kita dan kebiasaan pengunjung website kita. Karena tidak semua orang suka scroll terlalu jauh untuk menemukan tombol halaman berikutnya. Selain itu membuat terlalu banyak pos yang tampil pada satu halaman akan membuat pengunjung kita me-load lebih banyak data yang berakibat menjadi lambat untuk meng-akses website kita. Pada website saya sendiri, saya hanya menggunakan 2. Opsi berikutnya adalah ‘Umpan sindikasi menampilkan yang paling baru‘ yaitu jumlah pos yang ingin kita tayangkan pada fitur pencarian, kategori, tag ataupun arsip. Berapa banyak jumlah pos yang ingin kita tampilkan ketika pengunjung mencari berdasarkan tag, kategori, arsip dan sebagainya. Saran saya untuk ini disamakan dengan bagian ‘Halaman blog menampilkan paling banyak’. Berikutnya adalah ‘Untuk tiap artikel di dalam umpan, tampilkan‘ pilihannya ada 2 yaitu ‘Teks penuh‘ dan ‘Ringkasan‘. Maksudnya adalah seperti ini, setiap pada halaman di tempat pos kita akan ditampilkan, kita ingin menampilkan pos tersebut secara penuh sampai akhir atau menambahkan tombol ‘Baca selengkapnya‘. Sayangnya, berdasarkan pengalaman saya, opsi ini tidak terlalu berpengaruh karena tergantung tema yang kita gunakan. Ada tema yang mengikuti pengaturan pada halaman ini, tapi lebih banyak yang tidak. Pada akhirnya kita harus memasukan tag ‘Read More’ dalam pos secara manual. Tapi untuk berjaga-jaga, ada baiknya kita memilih ‘Ringkasan‘. ‘Penampakan pada Mesin Pencari‘ adalah opsi jika kita ingin situs kita tidak tampil di mesin pencari seperti Google karena satu dan lain alasan. Jangan dicentang ya kalau memang ingin website kita banyak pengunjung.  Setelah selesai jangan lupa klik tombol biru pada bagian bawah bertuliskan ‘Simpan Perubahan

Pengaturan – Permalink

Selanjutnya kita ke sub-menu ‘Permalink‘ yang berada di bawah menu ‘Pengaturan‘. Tampilannya seperti gambar di bawah ini.
Pengaturan Permalink - Pengaturan Dasar WordPress self-hosted
Pengaturan Permalink – Pengaturan Dasar WordPress self-hosted
Pada halaman pengaturan ini kita bisa mengatur ingin seperti apa URL dari setiap halaman atau pos kita akan tampil. Hal ini penting karena permalink akan berdampak kepada mesin pencari. Secara default WordPress akan menggunakan pengaturan ‘Biasa‘. Namun kita harus menggantinya dengan 3 pilihan yaitu:
  • ‘Tanggal dan Nama’
  • ‘Bulan dan Nama’
  • ‘Nama tulisan’
Pilihan lainnya secara SEO (Search Engine Optimization) akan berdampak kurang baik untuk website kita. Dari 3 pilihan tadi, gunakan mana yang memang sesuai dan cocok untuk website kita. Setelah selesai jangan lupa klik tombol biru pada bagian bawah bertuliskan ‘Simpan Perubahan‘ Nah, tiga pengaturan ini yang menurut saya adalah pengaturan dasar yang penting untuk website WordPress self-hosted baru, karena akan membantu website kita untuk jangka panjang dalam banyak hal. Mengabaikan tiga pengaturan ini seringkali berdampak buruk untuk website kita. Jadi atur dengan teliti ya! Jangan lupa untuk membaca artikel ini terlebih dahulu sebelum menentukan tema apa yang akan kalian gunakan: Tips Penting dalam Memilih Tema WordPress Jika ada pertanyaan tentang pengaturan lain atau apresiasi untuk tulisan ini, tulis di kolom komentar bawah ini ya! Terima kasih

5 Balasan untuk “Pengaturan Dasar WordPress.org”

  1. Baru juga mau bikin tips setting wordpress untuk pemula. eh dirimu sudah terbit aja. hehehe.

    Pengaturan bahasa ini juga efek banget pas nanti kita pakai plugin yoast mas. kl msh dalam bahasa inggris, yoast kita akan merah kebanyakannya. tp kl udah dalam bahasa indonesia, jadi hijau.

    makasih sharingnya mas.

Apa Komentar Kamu Tentang Tulisan Ini?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.