Google itu Bukan Dokter!

Pada artikel ini saya ingin membahas tentang hoax artikel-artikel kesehatan yang bertebaran di internet yang seringkali “menyesatkan” kita.

Sering ketika sakit banyak orang “Googling” dan mencari tau penyebab atau penyakit apa yang sedang ia rasakan, tapi seringkali artikel-artikel yang kita temukan “menyimpulkan” kemungkinan penyakit yang kita alami  biasanya penyakit “parah”.

Padahal belum tentu itulah penyakit yang sedang kita rasakan. Kali ini saya ingin membahas sisi dari balik layar tentang pembuatan artikel-artikel hoax tentang kesehatan yang bertebaran di internet.

Sebelum memulai, perlu ditekankan bahwa yang ingin saya bahas adalah oknum pelaku yang memanfaatkan artikel-artikel hoax tentang kesehatan melalui Google untuk mendapatkan uang.

Perlu diketahui juga sekarang ini banyak dokter atau ahli kesehatan lain yang juga mencoba membantu orang lain lewat internet. Artikel ini mengecualikan para dokter dan ahli kesehatan tersebut.

Artikel Hoax Tentang Kesehatan pada Google

Awalnya saya membahas hal ini karena ingat dengan obrolan dengan temen saya yang bilang:

Kalo lagi sakit pokoknya jangan Googling! Ujung-ujungnya pasti kanker!” 🤣

Dia cerita tentang temannya yang waktu itu anaknya lagi sakit dan Ibu si anak ini Googling.

Setelah Googling gejala dan sebagainya, si Ibu ini mendapatkan kesimpulan anaknya terkena leukimia. Parah, ya? 😅

Tapi ternyata setelah si anak ini diperiksa ke dokter, si dokter cuma bilang:

“Anak Ibu cuma kecapean aja” 

Dan tentunya si Ibu dapat wejangan dari si dokter karena terlalu panik dan percaya pada artikel-artikel di Google.  😂

Jujur aja, pasti kasus seperti ini banyak yang mengalami. Termasuk saya sendiri. 😌

Kadang saat panik ada sesuatu yang kita rasa “salah” pada tubuh kita, kita langsung ingin mengetahui apa penyebabnya.

Dan sebagai generasi teknologi seperti sekarang ini, untuk mendapatkan informasi secara cepat, Google adalah solusinya! 🤔

Setelah sekian lama berkecimpung di dunia maya ini, saya mengetahui beberapa hal yang sejujurnya pun agak bikin sedikit kaget.

Berikut beberapa fakta tentang artikel kesehatan yang sebagian besar ada di Google.

Pelaku Hoax Artikel Kesehatan

Pada bagian awal, kita bahas dulu siapa yang menjadi “pelaku” penyebaran artikel hoax tentang kesehatan di internet ini.

Pelakunya biasanya disebut “farmer” dalam dunia internet, yaitu orang-orang yang mempunyai banyak jaringan blog atau website yang digunakan untuk mendapatkan uang dari iklan.

Alasan Utama Hoax Artikel Kesehatan

Alasan Utama Hoax Artikel Kesehatan
Alasan Utama Hoax Artikel Kesehatan

Setelah mengetahui pelaku penyebaran artikel hoax tentang kesehatan, sekarang kita membahas tentang penyebab utamanya, yaitu uang.

Tentunya bukan alasan yang bikin kaget, tapi mungkin akan muncul pertanyaan:

Mengapa harus mempunyai banyak blog atau website (farming) ?”

Alasannya adalah kuantitas klik pada iklan.

Mungkin jika kalian yang membaca artikel ini pernah menggunakan Adsense atau produk semacamnya, kalian akan mengetahui bahwa hasil yang didapatkan dari sebuah iklan seringkali kecil.

Para pelaku mempunyai konsep bahwa jika blog atau website yang dimiliki banyak, otomatis jumlah uang kecil yang diterima tersebut dari satu blog, jika dikumpulkan akan menjadi besar.

Oleh karena itu mereka membutuhkan banyak blog ataupun website.

Mengapa Memilih Topik Kesehatan?

Mengapa Memilih Topik Kesehatan?
Mengapa Memilih Topik Kesehatan?

Biasanya, ketika seorang pelaku melakukan “farming“, mereka akan memilih suatu topik yang relevansi-nya bisa dimanfaatkan dalam waktu yang panjang.

Kesehatan merupakan salah satu topik tersebut. Kesehatan adalah sebuah topik yang tidak akan hilang termakan waktu. Karena penyakit yang manusia alami berputar-putar dan jarang sekali ada “penyakit baru.”

Oleh karena itu topik kesehatan dipilih, agar segala sumber daya yang pelaku keluarkan akan bisa menghasilkan dalam jangka waktu yang panjang dan juga menghasilkan secara rutin.

Penulis Artikel Hoax Kesehatan

Bagian ini yang paling penting untuk kalian ketahui. Sebenarnya siapa sih penulis artikel-artikel hoax tentang kesehatan yang beredar di internet itu?

Jawabannya adalah penulis “borongan” yang menulis artikel dengan jumlah yang sangat banyak dengan bayaran yang sangat murah.

Penulis “borongan” ini mengutamakan penulisan artikel berdasarkan pakem SEO (Search Engine Optimization). Tujuannya agar artikel-artikel yang mereka buat mudah bersaing pada mesin pencari seperti Google.

Berdasarkan yang saya ketahui, biaya penulisan artikel ini sangatlah murah, yaitu Rp. 6.500,- untuk artikel 300 kata!  😂

Dan tentunya sangat jelas bahwa penulis “borongan” ini bukanlah dokter.

Jadi fakta tentang apa yang mereka tulispun sebetulnya berdasarkan artikel yang mereka temukan di Google dan ditulis ulang kembali.

Dan tentunya artikel yang mereka temukan dibuat oleh penulis yang juga seperti mereka.  😅

Jadi jelas informasi yang kita dapatkan dari artikel kesehatan yang mereka tulis sangatlah keliru. Karena mereka bukanlah dokter ataupun ahli kesehatan.

Penulis “borongan” yang menulis artikel berdasarkan instruksi atau kata kunci tertentu demi tercapainya target halaman tertentu pada mesin pencari (Google).

Metode Penyebaran Artikel Hoax Kesehatan

Setelah mengetahui pelaku, alasan dan juga penulis, satu lagi yang perlu diketahui adalah tentang metode penyebaran artikel hoax tentang kesehatan tersebut.

Pada langkah pertama, para pelaku mempersiapkan blog atau website yang akan digunakan untuk “farming“. Jumlahnya bervariasi, bisa 5-10 atau bahkan 30. Tergantung anggaran pelaku “farming” ini.

Mereka mepersiapkan blog atau website mereka dengan tampilan yang bervariasi dan juga meyakinkan.

Setelah itu mereka akan memasukan artikel-artikel yang dibuat oleh penulis tadi ke dalam blog atau website yang telah mereka persiapkan. Terkadang mereka memasukannya secara bertahap.

Setelah blog atau website beserta isinya telah siap, para pelaku akan mulai melakukan teknik SEO baik pada artikel ataupun blog yang mereka miliki. Fungsinya agar artikel-artikel itu cepat berada diperingkat teratas mesin pencari.

Seringkali mereka juga menyebarkan artikel tersebut melalui jaringan sosial media yang mereka miliki.

Setelah proses tersebut berlangsung minimal 1 bulan dan artikel-artikel tersebut sudah berada pada posisi yang bagus pada mesin pencari, para pelaku akan mulai memasang iklan yang sangat banyak pada masing-masing blog ataupun website.

Setelah terpasang, maka setiap klik dari iklan pada website atau blog yang mereka miliki akan mulai menghasilkan.

Prosesnya terdengar panjang, tetapi hasil yang mereka dapatkan juga bisa dibilang bagus. Yang pernah saya ketahui adalah sekitar Rp. 7.000.000,- per-bulan.

Jadi blog atau website tersebut menjadi mesin uang untuk para pelaku, tapi menyesatkan untuk kita.

Langkah Pencegahan Oleh Google

Google-pun mengetahui akan hal ini, tapi tidak spesifik untuk kesehatan saja, tetapi juga topik yang lain.

Pihak Google ataupun mesin pencari lain mengambil langkah dengan terus memperbarui algoritma pada mesin pencari sehingga hasil yang dilihat para pengguna mesin pencari adalah hasil yang relevan dan juga berkualitas.

Sehingga sebagian besar blog atau website hasil “farming” ini telah bergeser dari halaman utama.

Terlepas dari itu semua, ketika sakit, kita memang perlu penangan dari dokter atau tenaga ahli kesehatan lain.

Jadi janganlah mencari solusi penyembuhan, penyebab atau penyakit yang kita derita dari Google, ya! 😄

Sebagai warga Indonesia, kita juga bisa mulai aktif menggunakan BPJS, karena kesehatan kita lebih mahal dari pada artikel Rp. 6.500,- yang beredar di Google!

Terima kasih telah membaca! 😁


Artikel ini merupakan penulisan ulang dari thread yang pernah saya buat di Twitter ini.

Apa Komentar Kamu Tentang Tulisan Ini?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.