Setelah lumayan lama tidak menulis di blog ini karena kesibukan belakangan, akhirnya saya bisa melanjutkan menulis untuk materi selanjutnya mengenai WordPresss. Kali ini saya akan membahas secara lengkap tentang bagaimana cara membuat website e-commerce menggunakan plugin dari WordPress yang bernama WooCommerce.

WordPress yang dimaksud dalam pembahasan ini tentunya adalah WordPress self-hosted. Walaupun kalian bisa juga menggunakan WordPress.com yang gratis, namun saya sangat menganjurkan menggunakan WordPress self-hosted untuk membangun sebuah website E-Commerce. Karena tujuan membangun website E-Commerce ini untuk jangka panjang.

Namun sebelumnya, saya akan membahas dulu tentang pengertian dan beberapa kelebihan website E-Commerce itu sendiri. Kita bisa sebut tulisan ini bagian pertama dalam rangkaian membuat website E-Commerce yang akan saya tulis.

Apa itu E-Commerce?

Sebelum membahas lebih jauh tentang e-commerce, mari sebelumnya kita bahas definisi e-commerce itu sendiri. Mengutip dari Wikipedia Indonesia tentang e-commerce, yaitu: “E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.”

Hal ini berarti bahwa sebuah website yang diperuntukan untuk e-commerce adalah website dimana sebagian besar transaksi jual-beli terjadi. Sebagian besar proses transaksi dilakukan di dalam website, hanya kadang proses pembayarannya saja yang terjadi di luar website tersebut.

E-Commerce atau Online Shop?

Istilah ‘Online Shop’ mungkin lebih sering terdengar daripada E-Commerce. Namun sayangnya istilah Online Shop / Toko Online terkadang memiliki arti yang berbeda dengan E-Commerce itu sendiri.

Jika melihat perkembangan website di Indonesia, istilah Online Shop seringkali merujuk pada Toko Online yang sebenarnya website katalog sebuah produk dan bukan E-Commerce itu sendiri.

Yang dimaksud website katalog adalah yaitu website yang berisi produk-produk yang ditawarkan usaha tersebut. Kemudian untuk memesannya, pembeli tetap harus melakukannya secara manual, yaitu menghubungi penjual untuk melakukan pemesanan.

Hal ini jauh berbeda dengan website E-Commerce dimana pembeli bisa melakukan pemesanan sampai pembayaran dalam website tanpa harus berinteraksi langsung dengan penjual.

Terkadang juga website katalog adalah bagian dari website Company Profile. Dimana sebuah website menyajikan informasi mengenai perusahaan disertai juga produk-produk dari perusahaan tersebut.

Jadi secara garis besar E-Commerce merupakan istilah yang lebih tepat daripada Online Shop / Toko Online. Karena kedua istilah ini tidak bisa dipertukarkan.

Kelebihan Menggunakan Website E-Commerce

Sebagai pertimbangan, jika kalian bingung untuk membuat website katalog atau E-Commerce, berikut adalah beberapa kelebihan menggunakan website E-Commerce untuk menjual produk:

Data Produk

Salah satu kelebihan menggunakan website E-Commerce adalah pendataan dari produk yang kalian tawarkan akan lebih lengkap. Mulai dari stok produk, SKU, berat produk, dimensi produk harga produk dan lainnya tersedia.

Dengan begitu kalian bisa memeriksa stok produk dan sebagainya pada website tersebut. Hal ini akan mempermudah proses pendataan produk secara manual yang umumnya dilakukan.

Contohnya jika kita memasukan data stok produk, ketika produk habis maka produk tersebut tidak dapat dibeli lagi oleh pelanggan di website kita. Proses perhitungan ongkos kirim pun akan lebih akurat karena memasukan data berat pada setiap produk.

Data Pelanggan

Dengan menggunakan website E-Commerce, kita dapat mudah men-data pelanggan kita.  Hal ini tentunya akan memudahkan kedua belah pihak, penjual dan pembeli.

Pembeli akan dimudahkan ketika ingin bertransaksi dengan cepat pada website kita tanpa harus mengisi data seperti nama, nomor handphone dan alamat lagi karena sudah memiliki akun. Selain itu pembeli yang sudah terdaftar sebagai pelanggan bisa mendapatkan keuntungan dari promosi dan informasi yang diselenggarakan oleh pihak penjual.

Di sisi penjual, tentunya akan mendapatkan keuntungan dari data pelanggan ini. Salah satunya adalah dapat mengirimkan newsletter secara masak ketika ada promosi yang sedang diselenggarakan.

Namun tentunya karena data pelanggan yang sensitif ini, pihak penjual harus memiliki halaman ‘Kebijakan Privasi’ (Privacy Policy) yang akan menjelaskan dengan sangat jelas apa yang akan dilakukan dengan data-data yang pelanggan kalian berikan.

Transaksi Semi-Otomatis / Otomatis

Dengan menggunakan website E-Commerce, penjual dapat mengelola transaksi yang terjadi di dalamnya secara semi-otomatis ataupun otomatis.

Maksud dari transaksi semi-otomatis adalah pembeli melakukan pemesanan lewat website, namun penjual tetap harus memeriksa pembayarannya secara manual. Setelah itu penjual harus mengubah status pemesanan secara manual, walaupun nantinya email konfirmasi dan lainnya secara otomatis terkirim ke pembeli.

Sementara transaksi otomatis adalah transaksi keseluruhan bersifat otomatis dari mulai pembelian, pembayaran, hingga konfirmasi pembayaran. Penjual hanya tinggal menunggu pembeli yang sudah membayarkannya, kemudian mengemas barang yang dipesan pembeli tersebut.

Pada umumnya, platform E-Commerce bersifat semi-otomatis. Namun jangan khawatir karena hal ini juga tidak berbeda jauh dengan yang otomatis.

E-Commerce semi-otomatis sendiri bisa di-upgrade menjadi otomatis dengan penerapan beberapa modul / plugin tambahan dan biasanya, jika bekerjasama dengan pihak lain untuk pembayaran contohnya, maka akan diperlukan bantuan dari developer yang ahli.

Pada dasarnya, website E-Commerce yang membutuhkan transaksi jenis otomatis adalah E-Commerce dengan transaksi yang sangat banyak per-hari nya. Karena hal ini akan mempermudah penjual dan menghindari human error  pada transaksi.

Jadi jika kalian masih baru memulai, ada baiknya memulai dari yang semi-otomatis terlebih dahulu agar memahami alur bagaimana transaksi berlangsung. Jangan khawatir karena ketika kalian memerlukannya, kalian selalu dapat meng-upgrade semi-otomatis menjadi otomatis.

Newsletter

Salah satu kelebihan menggunakan website E-Commerce juga adalah tentang bagaimana menjalin hubungan antara penjual dan pelanggan dari waktu ke waktu.

Newsletter dapat menjadi media komunikasi yang efektif antara penjual dan pelanggan. Dengan rutin mengirimkan informasi, promosi serta hal lain terkait peristiwa yang sedang terjadi, cepat atau lambat hubungan yang lebih erat dengan pelanggan terjadi.

Sebagai pelanggan sebuah website E-Commerce tentu kita tahu bahwa menerima email newsletter terkadang mengganggu. Tak jarang juga kita langsung membuang email tersebut tanpa membukanya terlebih dahulu.

Tetapi sadar atau tidak, brand dari E-Commerce tersebut telah melekat pada kesadaran kita, sehingga suatu kali kita mendapatkan newsletter yang menarik untuk kita, kita tidak ragu untuk membeli pada E-Commerce tersebut.

Hal ini sangatlah wajar karena mengirimkan newsletter yang rutin kepada pelanggan juga menjadi suatu tanda website E-Commerce kita “sehat” dan dikelola dengan baik.

Selain itu newsletter juga menjadi sarana yang efektif untuk menawarkan promosi karena pihak pelanggan merasa tidak harus merespon penawaran tersebut dengan terburu-buru, yang terkadang mengganggu. Seperti telemarketing contohnya.

Data Transaksi

Hal lain yang menjadi kelebihan menggunakan website E-Commerce adalah data transaksi. Biasanya website E-Commerce sudah dilengkapi dengan beberapa status rangkuman transaksi yang terjadi pada website tersebut, seperti total penjualan, sisa stok dan masih banyak lagi.

Untuk beberapa E-Commerce bahkan bisa memuat data profit, tentunya sang penjual juga harus memasukan rincian biaya modal sehingga data profit dapat akurat.

Dengan fitur-fitur tambahan ini, pihak penjual diberikan kemudahan untuk melakukan pendataan dengan lebih baik lagi. Sehingga tenaga yang dikeluarkan untuk hal semacam pembukuan dan lainnya berkurang.

 

Selain kelebihan website E-Commerce yang saya jabarkan di atas, tentunya masih banyak lagi kelebihan lainnya. Banyak juga kemungkinan pengembangan yang akan terjadi pada website E-Commerce terlepas dari apapun platform yang digunakan.

Setiap kemungkinan pengembangan platform E-Commerce tentunya terjadi karena komunitas dan pengembang inti dari platform itu sendiri. Di samping itu yang perlu digaris bawahi adalah karena sifatnya yang open source, maka kemungkinan pengembangannya sangat besar.

Dengan segala pengembangan yang terjadi, tentunya yang diuntungkan adalah pihak penggunanya (penjual ataupun pembeli). Karena setiap pengembangan ditujukan untuk menngkatkan atau memperbaiki yang sudah ada.

Demikian pengertian dan sedikit penjelasan tentang E-Commerce yang saya tulis. Selanjutnya, saya akan membahas bagaimana cara membuat website E-Commerce itu sendiri.

Terima kasih telah membaca!

Jika ada yang ingin ditambahkan, silahkan isi komentar di kolom bawah ini ya.


Sumber gambar unggulan: Designed by Freepik

Leave a comment

Apa Komentar Kamu Tentang Tulisan Ini?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.