Membuat Online Shop dengan WooCommerce

Beberapa waktu lalu saya mulai memberikan tutorial tentang bagaimana cara membuat website dengan mudah menggunakan WordPress.

Mulai dari personal website, hingga website company profile. Pada susunan tersebut ada satu lagi cara pembuatan website yang belum sempat saya tulis, yaitu cara membuat website e-commerce.

Pada tulisan kali ini saya akan coba untuk memberikan langkah-langkah bagaimana cara membuat website e-commerce menggunakan salah satu plugin dari WordPress (yang juga merupakan produk dari Automattic), yaitu WooCommerce.

Berjualan online sekarang ini semakin mudah. Mulai dari menjual produk kita pada marketplace, sosial media atau menjualnya pada website resmi milik kita.

Pilihan untuk membuat website e-commerce juga sudah banyak, mulai dari yang berbayar seperti Shopify ataupun yang gratis seperti Opencart dan WooCommerce ini.

Lalu pertimbangan penting hal apakah yang harus menjadi dorongan kita memiliki website e-commerce pribadi atau tetap menjual produk kita pada marketplace atau sosial media?

Pertimbangan yang paling penting menurut saya adalah data pelanggan. Dengan memiliki data pelanggan, kita bisa dengan mudah melakukan pemasaran ulang dengan menginformasikan produk atau hal tertentu kepada mereka yang sudah jadi pelanggan dengan mudah.

Dengan newsletter contohnya. Saya sempat menulis sedikit tentang beberapa keunggulan e-commerce pada pos ini.

Dengan segala manfaat yang bisa didapatkan dengan dengan memiliki website e-commerce pribadi, ini bisa jadi pertimbangan kalian sebelum memulai. Namun sebelum tergesa-gesa memutuskan untuk memiliki website e-commerce pribadi, ada baiknya kalian menjawab beberapa pertanyaan berikut:

  1. Apa produk yang saya jual?
  2. Bagaimana perlilaku konsumen terhadap produk yang saya jual?
  3. Media apa yang selama ini menghasilkan penjualan paling banyak?
  4. Cukupkah waktu untuk mengelola website?
  5. Hal apa yang dapat saya tawarkan kepada pelanggan / calon pelanggan dengan berbelanja langsung pada website saya?

Lima jawaban ini akan menentukan arah kalian sebelum memulai. Jawablah dengan sangat jujur dan realistis.

Jika menurut kalian website e-commerce memang dapat membantu mengembangkan bisnis kalian, maka mulailah mempersiapkan dan membuatnya segera.

Jika tidak, kalian bisa meneruskan “gaya lama” berjualan yang saat ini kalian sedang lakukan dan semuanya tidak menjadi masalah.


Kembali ke inti dari tulisan ini yaitu tentang bagaimana cara membuat website e-commerce menggunakan WooCommerce (WordPress).

Pertama-tama, saya memilih WooCommerce disini karena untuk melanjutkan tulisan-tulisan saya sebelumnya terkait pembuatan website menggunakan WordPress self-hosted. Walaupun tentu saja masih banyak pilihan software website e-commerce lainnya yang juga tidak kalah bagusnya seperti OpenCart.

Disamping itu, secara pribadi saya menyukai WooCommerce karena banyaknya ketersediaan fitur dari plugin tambahan dan juga tampilannya yang beragam.

Dengan memilih tema yang tepat, maka website yang menggunakan WooCommerce bisa tampil dengan sangat menarik.

Sebelum memulai membuat website e-commerce dengan WooCommerce ini, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu, antara lain:

  • Domain
  • Hosting
  • WordPress self-hosted yang telah ter-install. (Caranya dapat dibaca disini)

Atau jika ingin lebih mudah, kalian bisa langsung menggunakan WordPress Hosting. Yaitu hosting yang otomatis di dalamnya sudah ter-install WordPress self-hosted.

Berikut pengalaman pertama saya menggunakan WordPress Hosting.

Bagi kalian yang belum pernah membaca tulisan-tulisan saya sebelumnya dan masih bingung tentang apa itu domain dan hosting, kalian bisa membacanya pada dua tulisan ini:

Setelah mulai jelas dan mengerti, kalian bisa lanjut ke tahap lanjutan di bawah ini.


Instalasi WooCommerce

Pada dasarnya WooCommerce adalah sebuah plugin yang dapat ditambahkan ke dalam website WordPress yang kita miliki. Oleh karena itu sebelum memulai menggunakannya, kita harus meng-install-nya terlebih dahulu.

Berikut adalah cara instalasi WooCommerce pada WordPress self-hosted:

Langkah 1

Pertama-tama yang harus dilakukan adalah masuk ke halaman admin WordPress kalian masing-masing agar bisa melihat halaman ‘Dashboard’.

Pada halaman ‘Dashboard’ arahkan kursor kalian ke ‘Plugin’, kemudian klik ‘Tambah Baru’ yang muncul di bawahnya. Seperti gambar di bawah ini.

Langkah 1 - Instalasi WooCommerce
Langkah 1 – Instalasi WooCommerce

Catatan: Bahasa WordPress yang kalian gunakan dengan yang ada pada tutorial ini mungkin berbeda, namun posisi menu tersebut akan tetap sama.

Langkah 2

Ketika sudah masuk ke halaman ‘Tambah Baru’ plugin tadi, masukan kata kunci ‘WooCommerce’ pada kolom pencarian di kanan atas agar plugin WooCommerce dapat muncul.

Setelah itu klik ‘Pasang Sekarang’ seperti gambar di bawah ini.

Langkah 2 - Instalasi WooCommerce
Langkah 2 – Instalasi WooCommerce

Setelah itu maka  proses unduh dan instal akan berlangsung secara otomatis. Kecepatan proses ini tergantung pada beberapa hal seperti versi PHP sampai batas memory hosting, namun yang paling berpengaruh adalah kecepatan internet yang digunakan,

Setelah proses selesai, tombol ‘Pasang Sekarang’ tadi, maka akan berubah menjadi ‘Aktifkan’ seperti gambar di bawah ini.

Instalasi WooCommerce Selesai
Instalasi WooCommerce Selesai

Setelah itu klik ‘Aktifkan’ untuk memulai proses pengaturan dasar WooCommerce.

 

Pengaturan Dasar WooCommerce

Setelah mengaktifkan plugin WooCommerce tadi, kalian akan otomatis diarahkan ke halaman pengaturann dasar WooCommerce.

Bagian 1

Pengaturan Dasar WooCommerce - Bagian 1
Pengaturan Dasar WooCommerce – Bagian 1

Pada bagian pertama, kalian akan diminta untuk mengisi beberapa hal mendasar tentang toko online yang ingin dibuat, seperti lokasi toko, alamat, mata uang yang digunakan dan juga jenis produk yang dijual.

Pada bagian jenis produk yang dijual (What type of products do you plan to sell?) pilihlah yang sesuai dengan produk yang akan kalian jual. Kalian bisa memilih untuk menjual produk fisik, digital ataupun keduanya.

Maksud dari produk fisik adalah produk yang berbentuk barang dan harus dikirimkan kepada pelanggan.

Sementara produk digital adalah produk dengan format digital yang tidak perlu dikirimkan kepada pelanggan, pelanggan cukup mengunduhnya saja. Contohnya e-book, tiket, video, audio dan sebagainya.

Produk digital ini juga bisa digunakan bagi kalian yang memberikan layanan jasa.

Jika kalian sudah memiliki toko dan menjual produk-produk ini secara langsung, maka berikan centang pada “I will also be selling products or services in person”.

Help WooCommerce improve with usage tracking.” adalah bagian opsional. Artinya kalian bisa mencentang dengan bagian ini dengan sukarela. Hal ini akan membantu pihak WooCommerce untuk mengembangkan plugin mereka menjadi lebih baik lagi.

Sebagai informasi tambahan, hal ini tidak akan berpengaruh kepada kinerja WooCommerce kalian.

Setelah memastikan semuanya selesai pada bagian ini, klik “Let’s go!”.

Bagian 2

Pengaturan Dasar WooCommerce - Bagian 2
Pengaturan Dasar WooCommerce – Bagian 2

Bagian selanjutnya adalah terkait pengaturan metode pembayaran.

Secara default kalian akan diarahkan ke ‘Offline Payment’ namun jika kalian klik arah panah yang ada pada bagian kanan, maka akan muncul opsi pembayaran online seperti yang ada pada gambar di atas.

Saya sarankan sebagai metode pembayaran online dasar, aktifkan metode pembayaran ‘Bank Transfer’ seperti yang ditunjuk oleh arah panah warna merah pada gambar.

Setelah itu  klik ‘Continue’.

Bagian 3

Pengaturan Dasar WooCommerce - Bagian 3
Pengaturan Dasar WooCommerce – Bagian 3

Bagian selanjutnya adalah metode pengiriman.

Secara default metode pengiriman yang disediakan oleh WooCommerce sangat terbatas. Pilihannya hanya ‘Free Shipping’ atau ‘Flat Rate’.

‘Free Shpping’ akan membuat biaya pengiriman menjadi gratis, sementara ‘Flat Rate’ akan membuat harga pengiriman sama rata.

Keduanya sebenarnya tidak dapat diterapkan dengan baik di Indonesia, terkecuali memang hal ini menjadi niat dari toko tersebut untuk memberikan ‘Flat Rate’ ataupun ‘Free Shipping’ kepada pelanggan.

Sebagai informasi, metode pengiriman ini dapat ditambahkan nantinya dengan plugin. Jadi tidak perlu khawatir. Karena pada akhirnya nanti kita akan bisa tetap memberikan pilihan metode pengiriman lokal seperti JNE, Tiki dan lainnya.

Pada gambar di atas, sebagai pengaturan awal saya anjurkan untuk memilih ‘Flat Rate’ dan masukan biaya pengiriman tanpa tanda . atau , hanya angka saja. (Contoh: Rp. 20.000,- ditulis 20000).

Ada dua kolom biaya pengiriman yang harus diisi. Yang pertama adalah biaya pengiriman untuk wilayah lokasi dimana toko kita berada, yang kedua adalah biaya di luar wilayah tersebut (luar negri), jadi silahkan tulis biaya dengan pertimbangan masing-masing.

Setelah itu pilih satuan berat yang digunakan. Secara default menggunakan ‘Kilograms’ dan satuan tinggi default adalah ‘Centimeters’. Hal ini penting nantinya agar sistem dapat menghitung biaya pengiriman berdasarkan berat produk atau dimensi dari produk.

Namun jangan khawatir karena hal ini nantinya dapat diubah di pengaturan WooCommerce.

Setelah bagian ini selesai, kik ‘Continue’.

Bagian 4

Pengaturan Dasar WooCommerce - Bagian 4
Pengaturan Dasar WooCommerce – Bagian 4

Bagian ini adalah bagian rekomendasi, yang mana sifatnya opsional. Boleh diterapkan, boleh tidak. Tapi rekomendasi yang ditawarkan disini layak untuk menjadi pertimbangan.

Rekomendasi pertama adalah ‘Storefront Theme’, yaitu tema yang disediakan oleh WooCommerce secara gratis. Dengan menggunakan tema ini dapat dipastikan WooCommerce dapat berjalan dengan baik. Selain itu, tema ini juga menarik. Demo dari tema ini bisa dilihat disini.

Saya sendiri pernah mencoba menggunakan tema ini, walaupun ada beberapa fitur pada demo yang ternyata harus dibeli, secara garis besar jika tema ini dapat digunakan baik tanpa membatasi fungsi dasar dari WooCommerce itu sendiri.

Jadi menggunakan tema ini layak dipertimbangkan, terlebih bagi kalian yang belum memiliki anggaran untuk membeli tema WooCommerce berbayar lainnya.

Rekomendasi kedua adalah ‘MailChimp’. Bagi yang belum mengetahui apa itu MailChimp, sederhananya MailChimp adalah marketing platform yang dapat dipergunakan untuk beberapa kebutuhan dan yang paling utama adalah mengirimkan newsletter kepada pelanggan.

Dengan menggunakan MailChimp, kita dapat mengirimkan newsletter kepada pelanggan lewat email dengan tampilan yang menarik. Sistem ini akan mempermudah kita untuk memberikan promosi secara berkala kepada pelanggan sekaligus menjalin ikatan tersendiri dengan para pelanggan.

Dengan MailChimp, kita dapat menggunakan data pelanggan yang kita dapatkan yaitu email menjadi lebih bermanfaat. Namun tentunya pihak pelanggan harus menyetujui terlebih dahulu untuk kita menggunakan email mereka sebagai database penerima newsletter.

Berdasarkan pengalaman saya, menggunakan MailChimp mempermudah kita sebagai brand untuk terus memberikan penawaran-penawaran terkini ataupun informasi terkini terkait produk yang kita jual.

Jadi tidak ada ruginya untuk mencoba menggunakan MailChimp ini. Selengkapnya terkait MailChimp dapat dilihat pada website resminya di mailchimp.com.

Jika kalian berminat dengan kedua rekomendasi ini silahkan centang keduanya seperti gambar di atas atau hanya salah satunya saja dan dilanjutkan dengan klik tombol ‘Continue’.

Namun jika tidak, kalian bisa langsung klik ‘Skip this step’. Semua ini dapat dilihat pada gambar di atas.

Bagian 5

Pengaturan Dasar WooCommerce - Bagian 5
Pengaturan Dasar WooCommerce – Bagian 5

Setelah Bagian 4 tadi, pengaturan dasar WooCommerce sebenarnya telah selesai.

Pada Bagian 5 ini kita ditawarkan untuk menerima newsletter dari WooCommerce untuk tips, update dan sebagainya yang mungkin dapat kita pertimbangkan karena terkadang informasinya menarik. Terlebih untuk kalian yang jarang mencari informasi terkini terkait WooCommerce.

Bagian selanjutnya adalah kita bisa langsung mencoba untuk menambahkan produk dengan klik tombol ‘Create a Product’ atau ‘Import products’ jika sebelumnya sudah memiliki website dengan WooCommerce dan ingin memindahkan produknya.

‘Visit Dashboard’ untuk kembali pada dashboard WordPress, ‘Review Settings’ untuk melihat pengaturan WooCommerce saat ini dan ‘View & Costumize’ untuk melihat tampilan dan mengatur tampilan.

Yang manapun yang kalian pilih, semuanya akan baik-baik saja.

Jika kalian perhatikan tulisan kecil di bawah “Watch our guided tour videos….” kalian bisa klik ini untuk mendapatkan gambaran lebih jauh terkait WooCommerce.

Dengan sampainya pada tahap ini, maka bisa dibilang toko online (e-commerce) kalian telah berhasil dibuat.


Mulai Menggunakan WooCommerce

Dengan melakukan instalasi dan pengaturan dasar WooCommerce, bisa dibilang perjalanan kalian membuat toko online (e-commerce) baru saja dimulai.

Oleh karena itu masih banyak hal yang perlu dipelajari untuk menggunakannya secara baik dan benar. Tetapi hal ini tidak perlu menjadi sesuatu yang menakutkan karena sumber informasi terkait penggunaan WooCommerce sudah banyak yang menulisnya dalam bahasa Indonesia ataupun bahasa lain.

Namun untuk memulainya dengan baik, saya sarankan untuk membaca dokumentasi resmi dari WooCommerce untuk memulai, yaitu:

Getting Started with WooCommerce Documentation


Pengembangan Metode Pengiriman Lokal

(JNE, Tiki, J&T dan Lainnya)

Hasil Pencarian plugin pengiriman WooCommerce JNE
Hasil Pencarian plugin pengiriman WooCommerce JNE

Untuk menambahkan metode pengiriman lain agar sesuai dengan pengiriman lokal yang tersedia sesuai daerah kita, kita bisa mencari plugin tambahan tersebut.

Plugin pengiriman ini dapat dicari menggunakan Google dengan mengetikan “WooCommerce + [pengiriman lokal]”, pada contoh gambar di atas saya memberikan contoh “WooCommerce JNE”.

Dari hasil pencarian terlihat banyaknya plugin yang tersedia untuk menambahkan metode pengiriman JNE, mulai dari gratis hingga yang berbayar. Kalian bisa menggunakan yang mana saja sesuai kemampuan saat ini.

Kelebihan dari yang berbayar dan gratis dalam metode pengiriman biasanya terletak pada dua hal, yaitu: support jika terjadi masalah dan update tarif. Kedua hal ini menjadi poin penting untuk para pengguna baru.

Namun tidak ada salahnya untuk mencoba yang gratis terlebih dahulu. Tapi jangan lupa pastikan plugin tersebut masih compatible dengan versi WooCommerce dan WordPress yang saat ini kalian gunakan ya.


Pengembangan Metode Pembayaran

Seperti yang kalian telah baca pada bagian sebelumnya, metode pembayaran default yang tersedia dari WooCommerce masih sangatlah sedikit.

Kalian mungkin bisa menggunakan metode pembayaran ‘Bank Transfer’ selama beberapa waktu, namun berdasarkan pengalaman saya, metode pembayaran ‘Bank Transfer’ ini harus didukung dengan form konfirmasi transfer.

Jadi setelah melakukan transfer orang harus mengisi form konfirmasi transfer agar pihak penjual dapat memeriksa pembayaran tersebut lalu kemudian memproses pesanan si pembeli.

Metode ini masih layak untuk digunakan. Namun disini saya ingin membagikan informasi tentang pengembangan metode pembayaran lanjutan.

Seperti metode pengiriman yang dapat dikembangkan dengan plugin, metode pembayaran pun sama halnya. Saat ini banyak metode pembayaran yang dapat diterapkan pada WooCommerce. Mulai dari Paypal, Credit Card, Debit Card dan masih banyak lagi. Kalian bisa memilihnya sesuai dengan kebutuhan pelanggan kalian.

Berdasarkan pengalaman saya dari beberapa proyek bersama klien, permintaan yang sering mereka ajukan adalah ingin menambahkan metode pembayaran menggunakan kartu kredit.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa Payment Gateway yang dapat digunakan pada WooCommerce untuk memenuhi metode pembayaran tersebut, namun yang paling sering saya gunakan adalah Midtrans.

Midtrans - Payment Gateway WooCommerce
Midtrans – Payment Gateway WooCommerce

Midtrans menyediakan beberapa pilihan metode pembayaran selain kartu kredit, mulai dari Bank Transfer, hingga pembayaran lewat Indomaret pun dapat diterapkan menggunakan Midtrans ini.

Daftar lengkapnya dapat dilihat disini.

Namun ketika menggunakan Payment Gateway seperti Midtrans, ada biaya per-transaksi yang harus dikeluarkan dibalik kemudahan yang kita dapatkan.

Kemudahan yang dimaksud selain banyaknya metode pembayaran yaitu, konfirmasi otomatis ketika pembayaran sudah dibayarkan, notifikasi email pembayaran otomatis dan beberapa fitur lainnya.

Menggunakan Payment Gateway bisa menjadi pertimbangan bagi kalian, karena hal ini akan memudahkan. Namun pastikan menggunakan Payment Gateway ini tidak akan membuat kalian merugi ya.


Mulai dari Sekarang

Setelah membaca tulisan saya yang lumayan panjang ini, mungkin kalian akan mendapatkan berbagai kesan dan salah satunya adalah rumit atau merepotkan.

Namun berdasarkan pengalaman saya, segala kerumitan ini hanyalah proses diawal, selanjutnya kalian akan terbiasa dan mulai merasakan kemudahan dari menggunakan website e-commerce pada toko kalian.

Seperti kata peribahasa, Alah bisa karena biasa. Ketika sudah terbiasa maka kalian menikmati prosesnya dan menuai hasilnya.

Oleh karena itu jika ingin memulai, maka mulailah dari sekarang. Mungkin website kalian butuh satu minggu untuk mulai bisa digunakan pelanggan, ataupun enam bulan. Tapi semua itu tidak akan jadi masalah ketika kalian sudah memulainya.

Selamat mencoba. Jika ada hal yang ingin ditanyakan terkait tulisan ini silahkan komentar di bawah ya!

Apa Komentar Kamu Tentang Tulisan Ini?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.