Pada tahap awal tulisan-tulisan saya, saya berfokus kepada satu software untuk website, yaitu WordPress.

Selama masa tersebut saya telah menuliskan beberapa cara untuk membuat website menggunakan WordPress – WordPress self-hosted. Mulai dari cara membuat website personal / blog, portfolio, company profile hingga yang terkini adalah e-commerce.

Hal yang mungkin menjadi pertanyaan bagi para pengguna baru WordPress adalah:

“Website seperti apa saja yang dapat dibuat menggunakan WordPress?”

Jawaban singkat dari pertanyaan di atas adalah: Banyak. Sangat banyak.

Pada tulisan ini saya akan membahas tentang hal-hal mendasar terkait kegunaan WordPress yang mungkin dapat membantu agar kita memiliki gambaran utuh tentang kegunaan dari WordPress ini.

Pada awalnya alasan saya memilih WordPress self-hosted yang saya jadikan materi untuk pembelajaran tahap awal karena satu alasan, yaitu mudah dibuat, serta mudah digunakan.

Penulisan hal-hal terkait WordPress yang saya buat berawal dari thread ini. Yang kemudian saya tulis ulang dan kembangkan pada blog ini menjadi beberapa tulisan, antara lain:

Empat tulisan tersebut merupakan cara membuat website menggunakan WordPress dengan tujuan yang berbeda-beda.

Alasan saya memilih untuk menuliskan empat tutorial tersebut (mengapa bukan website jenis lain?) adalah karena keempat website tersebut merupakan jenis website yang paling sering dibuat menggunakan WordPress.

Namun, pada dasarnya WordPress dapat digunakan untuk berbagai banyak kebutuhan (pembuatan beragam jenis website).

Selain itu, WordPress juga layak menjadi pertimbangan karena banyaknya orang yang menggunakan WordPress (berdasarkan data ini, jumlah website yang menggunakan WordPress per 2019 adalah 75 juta website).

Karena banyak yang menggunakan, sehingga jika ada masalah yang terjadi pada website kita, kita dapat dengan mudah mencari solusinya, karena banyak yang familiar dengan WordPress.

27% website di dunia saat ini (2019) menggunakan WordPress

Sumber data: https://www.whoishostingthis.com/compare/wordpress/stats/

Jika ada 27% website di dunia saat ini yang menggunakan WordPress, kita dapat menarik satu kesimpulan, yaitu betapa fleksibelnya WordPress untuk menyediakan beragam kebutuhan.

Sesuai dengan salah tagline dari WordPress, yaitu:

“Everything you need to build, anything you want”

Tagline WordPress.com

Pertanyaan selanjutnya adalah:

“Mengapa WordPress bisa sangat fleksibel?”

Jawaban dari pertanyaan di atas adalah karena tiga fondasi dasar WordPress secara singkat: WordPress, Theme dan Plugin.

Tiga Fondasi Dasar WordPress

Entah WordPress.com ataupun WordPress self-hosted yang kita ingin (atau sudah) gunakan, tiga fondasi dasar ini menjadi hal yang dapat membuat WordPress menjadi sangat fleksibel dalam kegunaan dan berpotensi untuk menjadi beragam jenis website.

Tiga fondasi dasar yang saya maksud, antara lain:

WordPress

Inti dari WordPress dibangun dengan dua hal, yaitu: PHP dan MySQL. Kedua hal ini sudah sangat familiar bagi para pengembang, jadi wajar mulai dari pengguna awam sampai pengguna ahli masih memilih untuk menggunakan WordPress.

Lalu, mengapa saya memasukan WordPress itu sendiri pada fondasi dasar dari WordPress (walaupun mungkin alasannya sudah sangat jelas) hal ini karena beberapa keunggulan dari WordPress, yaitu:

  • Gratis
  • Open Source – Yang memungkinkan banyaknya orang yang berkontribusi untuk mengembangkan WordPress.
  • Content Management System (CMS) – Dengan ini WordPress menjadi mudah digunakan dan dikelola tanpa harus berurusan dengan kode (atau sangat jarang).

Ketiga hal ini menjadi pertimbangan banyak orang untuk menggunakan WordPress. Tiga hal tadi juga yang membuat WordPress menjadi sangat fleksibel dalam kegunaan.

Tujuan dari Content Management System (CMS) adalah agar orang menjadi mudah untuk mengelola berbagai macam hal pada website, seperti menambahkan halaman, pos, produk, gambar dan lainnya tanpa harus berurusan dengan kode langsung dan ini berhasil menjadi salah satu poin utama orang mempertimbangkan untuk menggunakan WordPress.

Dengan Open Source, setiap orang dapat berkontribusi pada WordPress (walaupun WordPress mempunyai WordPress Core Developer). Selain itu, Open Source juga membuka peluang untuk banyak orang menghasilkan uang dari WordPress. Mulai dari memberikan layanan konsultasi khusus, pembuatan tema, pembuatan plugin dan masih banyak lagi.

Dengan kemudahan serta keterlibatan banyak orang, WordPress sebagai fondasi dasar menarik perhatian bagi banyak orang.

Theme

Fondasi dalam WordPress lainnya adalah tema (theme). Secara sederhananya, tema adalah tampilan dari website kita. Bagaimana website kita akan tampil, tata letak, UI (User Interface) dan UX (User Experience), semuanya adalah tema. Bahkan terkadang tema pun memiliki fitur-fitur bawaan yang bisa melengkapi website kita.

“Mengapa tema merupakan salah satu dari tiga fondasi dasar WordPress?”

Hal ini karena tema yang kita gunakan pada website kita, sangat menentukan website kita akan menjadi website seperti apa. Jika kita ingin membuat website company profile, maka sebaiknya kita memilih tema yang dibuat khusus untuk company profile. Begitu pula ketika kita membangun website jenis lain.

Dengan perkembangan WordPress dan banyaknya pengguna WordPress sekarang ini, pilihan tema yang tersedia untuk berbagai macam jenis website sangatlah banyak.

Mulai dari website personal, blog, majalah, berita, perusahaan, portfolio, e-commerce, forum dan jenis website lainnya.

Hal ini karena banyaknya pengembang yang membuat tema untuk WordPress, baik untuk diberikan secara gratis ataupun menjualnya. Dan bisnis tema pada WordPress ini bisa dibilang “ladang basah”.

Jadi kemungkinan besar website yang ingin kita buat, sudah ada pengembang yang membuat tema-nya. Jadi kita cukup mencarinya saja.

Kita bisa mencarinya pada direktori tema WordPress ini untuk tema gratis, ataupun membeli lisensi tema berbayar pada Themeforest, Elegant Themes, Theme Junkie dan masih banyak lagi.

Jika kita merasa tidak ada yang sama sekali cocok untuk website yang akan kita buat, kita bisa mencari pengembang WordPress lokal yang menyediakan jasa pembuatan tema khusus untuk website kita.

Pastikan tema yang kita pilih, sesuai untuk jenis website yang ingin kita buat.

Jika melihat demo sebuah tema dan kita rasa cocok untuk website yang akan kita buat, tapi pada demo tema tersebut yang diperlihatkan adalah contoh konten/produk yang tidak sesuai, kita hanya perlu memeriksa fitur-fitur yang ada di dalamnya.

Apabila fitur tersebut sesuai, maka kita bisa melanjutkan untuk menggunakannya. Karena konten/produk pada website nantinya kita yang mengisinya dan tidak berhubungan dengan konten pada demo tema tersebut.

Karena fleksibilitas WordPress, kita cukup menggunakan kreatifitas, akan digunakan seperti apa tema yang akan kita pilih. Karena tema pada dasarnya seperti mainan Lego, kita bisa mengikuti panduan yang diberikan, ataupun menggunakan kreatifitas kita sendiri.

Baca juga: Tips Penting dalam Memilih Tema WordPress

Plugin

Plugin memiliki peran yang sangat penting dalam WordPress. Plugin sendiri pada dasarnya adalah software tambahan yang dapat dipergunakan untuk menambahkan fitur pada WordPress.

Fitur-fitur tambahan yang kita bisa dapatkan dari plugin sangatlah beragam. Mulai dari yang terlihat oleh pengunjung untuk mempercantik tampilan hingga yang tidak terlihat oleh pengunjung untuk proteksi keamanan website.

Plugin sendiri berbeda dari tema (theme). Jika tema merupakan tampilan dari website kita, plugin adalah program pendukung untuk menambahkan fitur pada website yang kita buat. Hal yang sama dari keduanya adalah, keduanya merupakan fondasi dasar yang sama pentingnya dalam WordPress.

Jika kita sedang membangun sebuah website menggunakan WordPress, seringkali ada beberapa fitur tambahan yang kita perlukan, tapi tidak ada dalam fitur utama WordPress. Contohnya seperti formulir kontak.

Dengan menggunakan plugin, kita dapat lebih mengoptimalkan fitur dari website kita, yang terkadang memang diperlukan.

Seperti fitur formulir kontak tadi, ada juga plugin yang membantu mengoptimalkan kecepatan website kita, SEO (Search Engine Optimization) pada website kita, social media share pada website dan lain sebagainya.

Dengan adanya plugin ini, potensi kegunaan WordPress menjadi semakin luas dan tentunya mempermudah kegunaannya.

Jika selama ini jika ingin menambahkan fitur pada website kita harus menggunakan jasa dari pengembang, dengan plugin pada WordPress kita cukup mencarinya saja.

Kita bisa mencari plugin gratis pada menu Plugin > Add New yang dapat diakses langsung dari halaman Dashboard Admin atau juga mencarinya pada halaman resmi plugin WordPress ini yang kebanyakan gratis.

Ada juga plugin-plugin berbayar dengan fitur premium yang dapat kita temukan pada marketplace plugin WordPress, seperti CodeCanyon contohnya.

Beberapa fitur premium yang ditawarkan dari plugin berbayar memang terkadang layak dipertimbangkan, karena biasanya plugin yang dikomersilkan memang membawa manfaat lebih. Terkadang secara visual ataupun fungsi.

Tetapi bukan berarti kita harus membeli plugin berbayar. Karena terkadang fitur yang ditawarkan pada plugin berbayar dan gratis sama. Hanya saja kita harus lebih teliti dan rajin mencarinya.

Sama seperti tema tadi, penggunaan plugin yang tepat adalah yang sesuai kebutuhan kita ataupun kreatifitas kita untuk memanjakan pengunjung website.

Karena fungsi dasar dari website adalah memudahkan pengunjung. Baik secara informasi, penggunaan, transaksi dan lain sebagainya.

Keindahan dari WordPress

WordPress mempermudah kita untuk membuat sebuah website. Apapun jenisnya. Kita dapat membuat website kapanpun kita mau atau kapanpun kita perlukan.

Dengan segala sumber yang tersedia, mulai dari informasi, forum, blog, sosial media dan lainnya kita bisa belajar sedikit demi sedikit. Jika ada hal yang tidak ketahui, kita bisa menanyakannya pada forum atau orang yang lebih berpengalaman menggunakan WordPress.

WordPress membuka peluang kita untuk memulai tanpa harus menunggu.

WordPress membuka peluang kita untuk memulai tanpa harus menunggu. Kita dapat mulai mewujudkan ide yang ada dibenak kita dengan WordPress dalam bentuk website.

Banyaknya orang yang terlibat dengan WordPress (baik komersil ataupun sukarela) membuat kita menjadi lebih mudah untuk menggunakannya dan mengembangkannya.

Di sisi lain, WordPress juga membuka peluang untuk menghasilkan uang bagi mereka yang memang ingin.

Kita bisa menghasilkan uang mulai dari memberikan jasa pembuatan website WordPress, jasa pembuatan plugin WordPress, konsultan pembuatan WordPress, membuat tema dan plugin yang dapat dijual pada banyak marketplace (seperti Envato) dan masih banyak lagi.

Semuanya tergantung bagaimana kita memanfaatkannya.

Memulai sekarang atau nanti merupakan pilihan kita pribadi. Namun, jika memang sudah mengetahui apa yang kita inginkan, maka jangalah menunggu terlalu lama.

Mulailah sekarang juga!

Jika kalian memiliki pertanyaan, silahkan isi pada kolom kementar di bawah ini.


Join the Conversation

2 Comments

Apa Komentar Kamu Tentang Tulisan Ini?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  1. Salam kenal,

    Sudah lama saya tidak menemukan tulisan opini tentang wordpress seperti ini.

    Saya juga pengguna wordpress. Sejak 2009. Tidak terasa, sekarang WordPress makin menarik aja

    Ngomong2, masnya sekarang kerja di mana? Sepertinya mas tau banyak soal web development, hehe.

    1. Halo, salam kenal. 🙂

      Terima kasih sudah membaca. Iya ya, tidak terasa WordPress sekarang ini semakin menarik.