Cara Cek Umur Domain dan Mengetahui Pemilik Website



Pada tulisan ini saya akan coba untuk menjelasankan gimana sih caranya untuk cek umur domain dan cek pemilik domain suatu website?

Ketika melihat suatu website terkadang kita penasaran siapa sih pemilik website tersebut? atau sudah berapa sih website tersebut berdiri?

Pertanyaan-pertanyaan semacam ini terkadang terlontar karena iseng, keperluan bisnis untuk bersaing ataupun untuk sesuatu yang lebih penting.

Seperti mengetahui siapa pemilik website yang menyebarkan hoax di Facebook?

Yuk simak pada tulisan ini tentang caranya! ツ

Cara Cek Umur Domain dan Pemilik Domain Menggunakan WHOIS Search

Untuk mengetahui umur domain sebuah website ataupun siapa pemilik website tersebut, kita dapat menggunakan tools bernama WHOIS Search.

WHOIS Search - Cara Cek Umur Domain atau Cek Pemilik Domain Website
WHOIS Search – Cara Cek Umur Domain atau Cek Pemilik Domain Website

WHOIS Search dapat diakses melalui who.is.

Pada tampilan muka website tersebut (seperti gambar di atas), kamu bisa langsung memasukan alamat website (domain) yang ingin kamu periksa.

Mengetahui Umur Domain Website

Setelah menekan tombol enter, kamu akan melihat tampilan pada layar seperti gambar di bawah ini:

Cek Umur Domain Website – WHOIS Search

Terdapat beberapa tabel yang bisa kamu lihat seperti:

  • Registrar Info: Yaitu “dealer” tempat website membeli domain tersebut.
  • Important Dates: Tanggal-tanggal penting terkait domain website tersebut, seperti: Kapan domain ini pertama kali didaftarkan? Kapan habis? dan Kapan diperbarui?. Nah, lewat tanggal Registered On kamu dapat mengira-ngira kapan website tersebut dibuat.
  • Name Servers: Alamat server website tersebut.
  • Similiar Domain: Yaitu alamat website lain yang mirip dengan domain website tersebut.
  • Registrar Data: Tabel ini berisi data dari si pemilik website ataupun yang mendaftarkan domain website tersebut.

Namun yang perlu diketahui, registrar data ini dapat disembunyikan dari WHOIS Search.

Biasanya jika disembunyikan maka data yang berisi pada nama adalah “Domain ID Shield Service“, serta pada email akan bertuliskan whoisprivacy.

Terlampir contoh pada gambar di bawah ini:

Contoh Privasi Registrar Data pada WHOIS Search
Contoh Privasi Registrar Data pada WHOIS Search

Dengan mengetahui data-data tersebut, kamu dapat menggunakannya untuk banyak hal, seperti

  • Menghubungi pemilik website tersebut untuk bekerjasama ataupun menurunkan konten yang ditayangkan pada website. (jika pada website tidak terdapat formulir kontak atau jika pesan tidak direspon)
  • Mengetahui dimana letak server suatu website (jika kamu juga ingin meletakan website kamu pada server yang sama karena suatu hal, seperti kecepatan website).
  • Menunggu kapan domain suatu website habis masa berlakunya (agar dapat kamu gunakan).
  • Melaporkan pemilik website kepada pihak yang berwajib (jika konten yang dimuat dalam website tersebut melanggar hukum).
  • dan keperluan lainnya.

Menggunakan who.is memang menarik, namun kamu harus menggunakannya dengan bijak.

Jika kamu memiliki domain, ada baiknya kamu menghubungi layanan penyedia domain tempat kamu membelinya untuk mengaktifkan proteksi privasi. Hal ini agar identitas kamu tidak dapat diakses oleh umum.

Terima kasih telah membaca tulisan ini. Sampai bertemu lagi pada tulisan saya yang lainnya ya! ^^



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *