Cara Membuat Website dari Nol untuk Pemula (Update 2021)

Tulisan ini mencakup cara membuat website yang dapat kamu lakukan sendiri dengan cepat dan mudah. Walaupun kamu pemula atau awam sebelumnya mengenai website, dengan menerapkan panduan ini kamu dapat membuat website secara mandiri.

Hanya dengan beberapa langkah saja dan anggaran yang minimal, website kamu sudah dapat online dan dipergunakan sebagaimana mestinya.

Selain mencakup pembuatan berbagai jenis website, saya juga akan membahas hal-hal yang diperlukan dan penting untuk diketahui dalam membuat website dan merawat website.

Panduan cara membuat website ini cocok bagi kamu yang ingin memiliki:

  • Personal Website
  • Website Perusahaan / Perusahaan
  • Web Portfolio
  • eCommerce Website (Toko Online)
  • Web Komunitas (Forum Diskusi)
  • atau jenis web lain yang kamu butuhkan.

Panduan ini juga pas buat kamu yang ingin menghemat biaya pembuatan website, tanpa menggunakan jasa pembuatan website. Kamu bisa menghemat banyak rupiah dengan mengerjakannya sendiri.

Seperti yang kamu ketahui bahwa memiliki website merupakan hal yang penting sekarang ini. Hal ini karena website merupakan aset digital yang dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan.

Oleh karena itu pada tulisan ini saya coba untuk memberikan panduan tentang bagaimana cara membuat website dengan baik dan benar.

Jika kita mengetahui cara membuat web yang baik dan benar, website dapat dibentuk menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat untuk bisnis ataupun keperluan tertentu.

Jadi ketika kamu membayangkan sebuah website, kamu bukan lagi hanya melihat sebuah kotak visual pada layar yang berisi penjelasan kaku dan membosankan. Melainkan sebuah aset yang bermanfaat.

Yuk kita mulai panduan ini!

PS: Tulisan ini sebaiknya dibaca pada desktop / laptop agar kamu lebih mudah menerapkannya. Jangan lupa untuk membacanya secara berurutan dan hingga tuntas ya!


Waktu yang dibutuhkan: 35 menit.

Daftar isi panduan membuat website:

  1. Persiapan Membuat Website

    Beberapa persiapan yang perlu dilakukan sebelum membuat web.

  2. Langkah Instalasi WordPress

    Langkah-langkah untuk menginstal WordPress.

  3. Struktur Website WordPress

    Penjelasan mengenai struktur dari website WordPress.

  4. Halaman dan Post pada Website

    Penjelasan tentang halaman dan post pada website berbasis WordPress.

  5. Memilih Tema WordPress

    Tips untuk memilih tema tampilan yang sesuai untuk web yang telah dibuat.

  6. Menambahkan Plugin Website

    Langkah untuk menambahkan plugin pada website.

  7. Website Personal & Corporate

    Cara untuk membuat web personal dan company profile.

  8. Website eCommerce

    Cara untuk membuat web toko online (eCommerce).

  9. Website Portfolio

    Cara untuk membuat web portfolio.

  10. Website Komunitas

    Cara untuk membuat web komunitas.

  11. Website Jenis Lainnya

    Saran dan tips untuk membuat web jenis lainnya.

  12. Search Engine Optimization (SEO)

    Penjelasan dasar mengenai SEO untuk website.

  13. Konten Website

    Tips untuk mengisi konten (tulisan ataupun grafis) pada web.


Persiapan Membuat Website

Sebelum memulai membuat website, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan dan ketahui. Saya akan coba menjelaskannya satu per satu agar kegunaannya lebih mudah dipahami.

Hosting & Domain

Ilustrasi hosting website

Yang kamu perlu siapkan sebelum memulai panduan ini adalah:

  • Domain (Alamat website. Kamu dapat menggunakan ekstensi .com ataupun .co.id / . id / .xyz dan sebagainya.)
  • Hosting / Server (Berfungsi sebagai tempat penyimpanan file-file website kamu agar dapat diakses secara online.)

Kamu bisa mendapatkan keduanya pada Hostinger ataupun layanan hosting lainnya seperti:

Pada dasarnya hosting dan domain bisa kamu dapatkan secara gratis ataupun berbayar.

Namun secara pribadi saya menyarankan untuk memilih domain dan hosting yang berbayar, karena lebih dapat dipercaya dan dapat diandalkan untuk jangka panjang. Terlebih jika kamu serius pada website yang akan dibuat.

Ibarat kita menyewa sebuah rumah, hosting dan domain adalah rumah tersebut sementara isi di dalamnya adalah website yang akan kita bangun.

Paket hosting dengan biaya terjangkau yang saya sarankan untuk kamu ambil ada pada Hostinger dan Bluehost. Karena selain terjangkau, layanan after sales hosting pada keduanya juga dapat diandalkan.

Kapasitas hosting juga menjadi hal yang wajib kamu pertimbangankan dalam membuat website. Karena semakin besar kapasitas hosting, maka kamu akan semakin leluasa untuk menambahkan konten website dengan ukuran besar, seperti gambar ataupun video.

Besarnya kapasitas hosting juga akan mempengaruhi performa website kamu. Jika terlalu penuh, kemungkinan besar website kamu akan menjadi lambat diakses.

Jika kamu ingin mengetahui lebih lanjut mengenai domain dan hosting ini, kamu bisa membaca empat artikel yang pernah saya tulis ini:

Pada bagian berikutnya saya akan coba menjelaskan apa saja yang perlu diketahui sebelum membuat website. Dengan begitu saya berharap kamu akan siap dengan berbagai keperluan website dikemudian hari.


Sekarang mari kita bahas apa saja yang perlu diketahui sebelum membuat web.

Hal-hal ini kadang terlupakan oleh sebagian orang. Sehingga pada perjalanannya, web tersebut menjadi kurang terawat dengan baik.

Membuat web memang merupakan sebuah proses yang perlu dikerjakan sekali saja, namun dalam hal merawat web, kita harus melakukannya secara rutin dan berkala.

Oleh karena itu hal-hal berikut ini bisa dibilang penting dalam membuat dan mengurus website.

Konten

ilustrasi membuat konten video untuk website

Saat ini istilah konten dapat ditafsirkan dengan berbagai macam hal seperti foto ataupun video pada sosial media. Namun yang akan kita bahas disini adalah konten untuk website itu sendiri.

Konten web merupakan hal yang penting karena merupakan inti dari sebuah website.

Sebelum memulai, sebaiknya kita menulis sebuah rencana mengenai apa saja yang ingin kita tampilkan dalam web yang akan kita buat.

Mulailah dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Halaman apa saja yang akan ditampilkan?
  • Apa isi masing-masing halaman tersebut?
  • Poin apa yang ingin disampaikan dalam website?

Dengan membuat rencana secara rinci, kita tidak akan bingung ketika website telah selesai dibuat nantinya.

Mengenal SEO

Bagian selanjutnya yang saya rasa penting untuk diketahui sebelum membuat website adalah SEO atau Search Engine Optimization.

Dari istilahnya, SEO dapat diterjemahkan sebagai teknik optimasi mesin cari, namun yang sebenarnya dioptimasi adalah website yang kita miliki agar lebih mudah terindeks pada mesin telusur seperti Google, Bing dan sejenisnya.

Kenapa SEO merupakan hal yang penting untuk website? Karena dengan menerapkan SEO pada web, maka web tersebut berpotensi menghasilkan pengunjung secara organik dari mesin telusur.

Traffic website yang organik merupakan jenis traffic web yang paling ditargetkan para pemilik website karena gratis dan stabil untuk jangka waktu yang lama.

SEO bekerja dengan cara yaitu ketika kita membuat sebuah halaman pada website dan mengoptimalkannya untuk kata kunci tertentu (yang biasa disebut kata kunci target atau istilah pencarian).

Dari sana kita dapat merangkai konten seperti apa yang dicari oleh orang-orang lewat mesin pencari dan bersinggungan dengan kategori website atau kategori bisnis kita.

Penerapan SEO akan saya bahas lebih rinci setelah cara pembuatan website di bawah, jadi baca tulisan ini sampai tuntas ya! (ง •̀_•́)ง

Jika kamu ingin membaca mengenai pengertian SEO yang lebih mendasar, kamu dapat membacanya pada tulisan saya yang lain.

Bahasa Inggris

Mempelajari bahasa inggris saya tempatkan paling pertama dalam hal yang perlu diketahui sebelum membuat web karena menurut saya pribadi merupakan hal yang paling penting.

Tenang, ini bukan berarti kamu perlu lancar berbahasa inggris dulu sebelum membuat website. Namun sedikit memahami bahasa inggris akan membantu kita ketika membuat ataupun mengurus web nantinya.

Hal ini karena software atau platform yang akan kita gunakan untuk website, seperti WordPress, Joomla, Opencart, WooCommerce dan lainnya, lebih banyak terdokumentasikan dalam bahasa inggris.

Jika kamu merasa sudah lancar berbahasa inggris, setidaknya dalam hal membaca, maka ini akan menjadi hal yang menguntungkan bagi kamu.

Namun jika kamu belum mengerti sama sekali mengenai bahasa inggris, kamu harus aktif untuk menggunakan Google Translate atau alat penerjemah lainnya ketika membaca dokumentasi mengenai web ataupun ketika membaca forum diskusi website.

Setelah memahami semua hal yang diperlukan sebelum membuat web, sekarang kita dapat memulai prosesnya.


Membuat Website dengan WordPress self-hosted

logo WordPress
Logo WordPress

Pada tulisan ini saya akan mengajarkan bagaimana cara membangun sebuah website menggunakan WordPress dari nol.

Namun yang saya maksud bukanlah WordPress versi blog, melainkan WordPress versi self-hosted. Ada perbedaan pada keduanya. Saya pernah menuliskannya pada tulisan berikut ini:

Singkatnya WordPress tersedia dalam dua versi, yaitu WordPress Blog (wordpress.com) dan WordPress self-hosted (wordpress.org).

WordPress self-hosted adalah versi WordPress yang kamu dapat install pada domain dan hosting kamu tanpa bergantung pada ekosistem wordpress.com.

Menggunakan WordPress self-hosted (wordpress.org) membuat biaya pembuatan website pun akan menjadi lebih murah untuk jangka panjang. Selain itu kamu bisa dengan bebas memodifikasi website kamu tanpa batasan tertentu.

Namun jika kamu tidak mau repot dan memiliki anggaran lebih, kamu bisa langsung berlangganan pada WordPress.com. Dengan berlangganan kamu dapat menggunakan domain milikmu sendiri, berbeda dengan versi gratisnya yang memiliki alamat berakhiran .wordpress.com.

Namun secara pribadi saya menyarankan untuk menggunakan WordPress self-hosted. Selain pertimbangan biaya yang lebih murah, dengan menggunakan WordPress self-hosted kamu bisa belajar banyak mengenai website.

WordPress sangatlah fleksibel karena dapat dibentuk menjadi berbagai jenis website yang kita perlukan.


Setelah menentukan apa yang kamu gunakan, kita langsung dapat memulai proses pembuatan website ini.

Untuk kamu yang menggunakan WordPress.com atau WordPress Hosting pada layanan hosting seperti BlueHost / Hostinger / WPWebHost, tentunya dapat melewati langkah instalasi ini dan lanjut ke bagian selanjutnya.

Langkah instalasi WordPress ini ditujukan bagi kamu yang memilih untuk menggunakan WordPress self-hosted.

Sebelum melanjutkan, pastikan kamu telah mendapatkan akses ke cPanel hosting kamu.


Langkah Instalasi WordPress pada cPanel

Login cPanel

Login pada cPanel dengan detail username dan password yang telah diberikan oleh pihak hosting.

Alamat login cPanel biasanya adalah domainkamu.com/cpanel atau cpanel.domainkamu.com.

Namun ada juga hosting yang memberikan kita kemudahan untuk mengakses cPanel lewat dashboard pelanggan milik mereka.

Caranya adalah login pada website hosting tempat kamu menyewa, kemudian ke bagian account dashboard dan cari icon yang bertuliskan ‘Login cPanel‘ atau semacamnya.

Halaman login cPanel
Halaman Login cPanel

Setelah berhasil login kamu akan melihat halaman seperti gambar di bawah ini:

Berhasil Login cPanel
Berhasil Login cPanel

Pada halaman tersebut kamu bisa scroll ke bagian bawah untuk mencari icon yang bertuliskan ‘Softaculous Apps Installer‘ atau tab tersendiri seperti yang saya tandai pada gambar di bawah ini:

Softaculous Apps Installer
Softaculous Apps Installer

Setelah menemukannya, kamu bisa klik icon tersebut atau jika yang kamu temukan adalah tab tersendiri, kamu bisa langsung mengklik logo WordPress.

Instalasi WordPress pada Softaculous Apps Installer

Halaman Instalasi WordPress Pada Softaculous Apps Installer
Halaman Instalasi WordPress Pada Softaculous Apps Installer

Selanjutnya kamu akan melihat tampilan seperti gambar di atas. Halaman ini merupakan halaman instalasi WordPress pada Softaculous Apps Installer.

Untuk memulai proses instalasi klik ‘Install Now‘ seperti yang telah saya tandai pada gambar di atas.

Setelah itu kamu akan melihat tampilan seperti gambar di bawah ini:

Halaman Setup WordPress pada Softaculous Apps Installer
Halaman Setup WordPress pada Softaculous Apps Installer

Pada halaman setup ini kamu dapat memilih versi WordPress yang ingin kamu install, pada domain apa (pastikan kamu memilih domain yang kamu daftarkan), nama website, slogan website hingga username / password yang akan kamu gunakan untuk masuk ke halaman admin WordPress kamu nantinya.

Software Setup WordPress - Softaculous Apps Installer
Software Setup WordPress – Softaculous Apps Installer

Pada bagian ini kamu dapat memilih versi WordPress yang ingin kamu install. Saya sarankan adalah yang paling atas dalam pilihan nantinya, karena yang teratas adalah yang terbaru. Dengan meng-install versi WordPress terbaru kamu tidak perlu khawatir tentang keamanan dan fitur yang jauh lebih baik.

Opsi versi WordPress yang lebih lama biasanya disediakan untuk mereka yang ingin menyesuaikan versi tema atau plugin WordPress tertentu. Karena tema ataupun plugin punya compatibility pada versi yang berbeda-beda.

Namun jika kamu baru pertama kali ingin membuat website, maka versi WordPress yang terbaru merupakan pilihan terbaik.

Site Settings WordPress - Softaculous Apps Installer
Site Settings WordPress – Softaculous Apps Installer

Bagian selanjutnya adalah ‘Site Settings’, pada bagian ini kamu dapat mengisi judul website yang akan kamu buat pada kolom ‘Site Name’.

Pada kolom ‘Site Description’ kamu dapat menuliskan deskripsi singkat mengenai website yang akan kamu buat ini.

Contoh:

Site Name: Flog by Fbajri

Site Description: Website Panduan Lengkap Cara Pembuatan Website Sendiri

Bagian ‘Enable Multisite (WPMU)’ dapat kamu abaikan.

Admin Account WordPress - Softaculous Apps Installer
Admin Account WordPress – Softaculous Apps Installer

Selanjutnya pada bagian ‘Admin Account’ kamu bisa menentukan username dan password yang nantinya akan digunakan untuk masuk ke halaman admin dari website kamu.

Pastikan kamu mengisi username, password dan email dengan benar. Jangan lupa untuk mencatat semuanya ya.

Choose Language WordPress - Softaculous Apps Installer
Choose Language WordPress – Softaculous Apps Installer

Pada bagian ‘Choose Language’ kamu dapat memilih bahasa yang ingin kamu gunakan pada website kamu nantinya.

Jika kamu familiar dengan bahasa Inggris, maka kamu dapat membiarkan default setup ini. Namun jika kamu lebih nyaman menggunakan bahasa Indonesia, maka kamu dapat memilih Indonesia pada menu tersebut.

Select Plugins & Advanced Options WordPress - Softaculous Apps Installer
Select Plugins & Advanced Options WordPress – Softaculous Apps Installer

Bagian ‘Select Plugin(s)’ & ‘Advanced Options’ dapat kamu abaikan.

Kamu dapat mengisi kolom ‘Email installation details to:’ dengan email kamu yang aktif saat ini, sehingga kamu dapat menerima salinan detail mengenai instalasi WordPress ini.

Setelah semuanya selesai, klik ‘Install’ pada tombol biru seperti gambar di atas.

Kamu akan melihat progress bar yang berjalan. Pastikan menunggunya sampai selesai ya. Terkadang proses ini selesai dalam beberapa detik saja. Namun jika koneksi sedang lambat, proses ini dapat berlangsung beberapa menit.

Congratulations, the software was installed successfully WordPress - Softaculous Apps Installer
Congratulations, the software was installed successfully WordPress – Softaculous Apps Installer

Setelah proses instalasi berhasil kamu akan melihat tampilan pada layar seperti gambar di atas.

Disana kamu akan diinformasikan dua URL, yang pertama adalah URL website kamu (dimana kamu bisa melihat tampilan luarnya (front-end) dan yang kedua adalah URL halaman admin (back-end).

Silahkan klik URL halaman admin kamu yang bertuliskan ‘Administrative URL’.

Biasanya ketika kamu klik URL tersebut, kamu akan langsung diarahkan pada halaman admin tanpa perlu login. Namun jika kamu diminta untuk login, silahkan masukan username dan password yang kamu isi sebelumnya.

Tampilan default front-end WordPress
Tampilan default front-end WordPress
Tampilan default back-end WordPress
Tampilan default back-end WordPress

Sekarang web kamu telah online dan publik dapat mengaksesnya.

Selanjutnya agar website kamu berfungsi dengan baik, kita akan membahas mengenai fungsi halaman, pos, tema dan juga plugin.


Halaman dan Pos pada Website

Sebelumnya mungkin kamu akan bingung dengan istilah ‘Pages’ / ‘Laman’ dan ‘Post’ / ‘Pos’ yang kamu lihat pada halaman admin web kamu. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

‘Pages’ merupakan fitur pada WordPress dimana kamu dapat menambahkan halaman pada web kamu, sedangkan ‘Post’ adalah tempat kamu menambahkan berita atau tulisan yang sifatnya rutin.

Halaman web atau ‘Laman’ cenderung bersifat tetap. Tentu kamu dapat merubahnya jika diperlukan.

‘Laman’ dapat kamu gunakan untuk membuat halaman-halaman tetap seperti halaman ‘About Us’, halaman ‘Contact’, halaman ‘Services’ atau apapun yang kamu perlukan.

Sementara bagian ‘Pos’ dapat kamu isi dengan blog, berita dan hal lainnya yang rutin kamu perbarui.

Salah satu perbedaan mendasar keduanya adalah, ‘Posts’ / ‘Pos’ memiliki fitur kategori sementara ‘Pages’ / ‘Laman’ tidak.

Letak menu ‘Pages’ / ‘Laman’ dan ‘Post’ / ‘Pos’ dapat kamu lihat pada gambar di bawah ini:

Pos dan Laman pada Website WordPress
Pos dan Laman pada Website WordPress

Untuk menambahkan ‘Pages’ / ‘Laman’ atau ‘Post’ / ‘Pos’ kamu dapat mengarahkan kursor ke salah satu menu tersebut dan klik ‘Add New’ / ‘Tambah Baru’.

Setelah itu kamu akan melihat halaman editor WordPress seperti gambar di bawah ini.

Sebagai informasi tambahan, yang kamu lihat ini adalah editor terbaru WordPress. Jika ternyata kamu memiliki WordPress namun editornya berbeda, kemungkinan kamu menggunakan WordPress versi lebih lama.

Editor Terbaru WordPress
Editor Terbaru WordPress

Pada editor ini kamu dapat mulai membuat halaman atau tulisan untuk web kamu.

Kamu dapat menambahkan judul, konten, gambar, formulir dan lain sebagainya. Klik tanda ‘+’ pada halaman tersebut untuk melihat apa saja yang dapat kamu masukan sebagai isi dari halaman ataupun tulisan kamu.

Pada sisi kanan kamu dapat menambahkan thumbnail untuk halaman tersebut yang disebut sebagai ‘Featured Image’ / ‘Gambar Andalan’.

Pada sisi ini juga kamu dapat mengatur beberapa hal seperti permalink (URL halaman tersebut) dan lain sebagainya.

Setelah semuanya selesai kamu dapat mengklik tombol ‘Publish’ / ‘Terbitkan’ yang terletak pada sisi kanan bagian atas.


Kamu dapat menjelajahi menu-menu yang ada pada sisi kiri halaman admin web kamu.

Untuk tema dan plugin akan saya jelaskan pada bagian selanjutnya.

Saya juga pernah menuliskan tentang pengaturan dasar WordPress yang bisa kamu terapkan pada web kamu:


Struktur Website WordPress

Dalam WordPress ada dua hal yang berperan penting dalam fungsi website kamu, yaitu tema dan plugin.

Tema

Tema pada WordPress akan menentukan seperti apa bentuk website kita nantinya.

Apakah website tersebut akan menjadi company profile, eCommerce, portfolio, personal blog dan masih banyak lagi, semua bergantung pada tema yang kamu gunakan.

Setiap tema memiliki fitur dan tata letak (layout)-nya masing-masing. Ada yang modern, minimalis ataupun eksperimental. Oleh karena itu kita harus memilihnya dengan benar agar sesuai dengan jenis web yang kita kembangkan.

Plugin

Selanjutnya hal lain yang penting pada web WordPress adalah plugin. Plugin bisa dibilang fitur-fitur tambahan pada web.

Dengan plugin kamu dapat menambahkan fitur yang kamu perlukan seperti tombol Whatsapp, formulir kontak, fitur eCommerce, email subscribe dan masih banyak lagi.

Potensi pengembangan plugin pada WordPress tidak terbatas, hal ini karena sifat WordPress yang open source. Dengan begitu kamu akan leluasa untuk mengembangkan website.

Untuk gambaran mengenai potensi dan fleksibilitas web berbasis WordPress, kamu dapat membacanya pada tulisan saya ini:


Memilih Tema WordPress

Untuk memilih tema WordPress kamu bisa membuka ‘Appearance’ >’Themes’ pada halaman admin kamu, seperti yang saya tandai pada gambar di bawah ini:

Cara Memilih Tema WordPress
Cara Memilih Tema WordPress

Pada tampilan halaman seperti gambar di bawah, pada bagian selanjutnya kamu akan melihat beberapa tema yang sudah tersedia pada web kamu dan siap digunakan.

Tampilan Halaman Tema WordPress
Tampilan Halaman Tema WordPress

Tema-tema ini adalah tema bawaan WordPress secara default. Kamu dapat memilih untuk menggunakannya atau mencari tema lain yang lebih cocok dengan seleramu.

Jika kamu ingin mencari tema baru untuk web kamu, kamu dapat mengklik tombol ‘Add New’ / ‘Tambah Baru’ pada bagian atas.

Setelah itu kamu akan melihat tampilan pada layar seperti gambar di bawah ini.

Memilih Tema Baru untuk Website WordPress
Memilih Tema Baru untuk Website WordPress

Tampilan ini adalah halaman marketplace untuk tema WordPress, namun semuanya gratis.

Kamu dapat memilih tema yang ingin kamu gunakan sesuka hati.

Jika kamu ingin membangun jenis web tertentu seperti web toko online, pada kolom search yang saya tandai pada gambar di atas, kamu dapat menuliskan “eCommerce“. Setelah itu kamu akan melihat tema-tema yang mendukung eCommerce.

Begitu juga jika kamu ingin membuat web company profile, web portfolio ataupun personal. Kamu dapat menuliskannya pada kolom pencarian.

Untuk menggunakan tema yang kamu pilih, kamu dapat mengklik tombol ‘Install’ pada tema tersebut, atau klik ‘Preview’ untuk melihatnya terlebih dahulu.

Sayangnya tema-tema gratis ini terkadang bersifat trial atau fiturnya dibatasi, sehingga kurang cukup untuk memenuhi kebutuhan fungsi dari website kamu.

Kamu dapat membeli tema pada marketplace seperti ThemeForest tau Envato Elements untuk mendapatkan tema premium.

Kelebihan tema premium adalah lebih terdokumentasikan dengan baik. Selain itu tampilan dan fitur-fitur pada tema premium lebih menarik dan eksklusif.

Pada halaman kategori WordPress pada ThemeForest, kamu dapat mencari tema yang kamu butuhkan.

Tema tersebut dibagi menjadi kategori yang spesifik sepert Corporate, Creative, Blog, eCommerce dan masih banyak lagi (pada bagian kiri gambar).

Kamu juga dapat langsung mencarinya dengan menuliskannya pada kolom pencarian.

Halaman Kategori Tema WordPress pada ThemeForest
Halaman Kategori Tema WordPress pada ThemeForest

Untuk melihat demo dari tema yang kamu sukai, kamu bisa klik tombol ‘Preview’ yang terletak pada bagian kanan masing-masing tema tersebut.

Membeli tema WordPress untuk website kamu bisa dibilang investasi yang baik, mengingat kamu akan menggunakannya dalam jangka waktu yang panjang dan cukup membelinya sekali.

Saya pernah menuliskan tips untuk memilih tema WordPress yang baik pada tulisan ini:


Menambahkan Plugin Website WordPress

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, selain tema, plugin juga tak kalah pentingnya. Dengan plugin kita dapat menambahkan fitur beragam pada website kita yang tidak tersedia pada fitur bawaan WordPress.

Untuk menambahkan plugin kamu dapat mengklik menu ‘Plugin’ > ‘Add New’ seperti yang saya tandai pada gambar di bawah:

Menambahkan Plugin Website WordPress
Menambahkan Plugin Website WordPress

Selanjutnya kamu akan melihat tampilan seperti gambar di bawah ini. Pada dasarnya halaman ini adalah marketplace plugin, sama seperti tema tadi. Seluruh plugin yang bisa kamu temukan disini sifatnya gratis ataupun trial / freemium.

Halaman Marketplace Plugin Gratis WordPress dari Dashboard - Cara Membuat Website
Halaman Marketplace Plugin Gratis WordPress dari Dashboard

Tetapi untuk menemukan plugin yang sekiranya kamu perlukan mungkin sedikit tricky.

Kamu dapat menuliskan kata kunci apa yang kira-kira sesuai dengan plugin tersebut pada kolom pencarian seperti yang saya tandai pada gambar di atas.

Contoh, jika kamu sedang mencari plugin tombol chat Whatsapp, kamu dapat menuliskan “Whatsapp” pada kolom pencarian.

Jika kamu mencari plugin untuk mempercepat loading website kamu, kamu dapat menuliskan “Speed” pada kolom pencarian.

Untuk mencari plugin yang tepat memang memerlukan sedikit logika dan juga ketelitian. Karena kita harus melihat plugin tersebut dengan beberapa pertimbangan seperti:

  • Kapan plugin tersebut terakhir diperbarui (update)?
  • Pada versi WordPress berapa saja plugin tersebut dapat digunakan?
  • Bacalah kolom review plugin tersebut untuk mengetahui ulasan dari mereka yang pernah menggunakan plugin tersebut.

Hal-hal ini penting untuk diketahui demi keamanan dan fungsi dari website yang kita miliki.

Selain plugin gratis, kamu juga bisa membeli plugin berbayar pada marketplace plugin seperti CodeCanyon. Disana kamu dapat membeli plugin yang kamu perlukan untuk website kamu.

Tampilan Halaman CodeCanyon Plugin Marketplace - Cara Membuat Website
Tampilan Halaman CodeCanyon Plugin Marketplace

Pada CodeCanyon kamu dapat melihat kategori plugin-plugin apa saja yang ada untuk WordPress.

Mulai dari plugin eCommerce, SEO, Advertising, Social Media dan masih banyak lagi kategori plugin yang tersedia.

Kamu bisa menjelajahi lebih jauh serta melihat-lihat plugin yang tersedia disana. Mungkin saja ada plugin yang cocok untuk mengembangkan website kamu lebih jauh lagi.

Terkadang saya menemukan plugin-plugin yang membantu saya dalam mengembangkan website. Bahkan saya tidak mengetahui sebelumnya bahwa fitur yang saya ingin tambahkan pada website tersedia dalam bentuk plugin.


Setelah mengetahui lebih jelas mengenai tema dan plugin, kita dapat mulai menyusun web kita sesuai dengan kebutuhannya.

Jika kamu membutuhkan website company profile, maka kamu dapat mencari tema company profile yang sesuai dan menerapkannya pada website. Begitu juga jika kamu memerlukan website personal, website komunitas dan website toko online (eCommerce).

Saya akan coba memberikan sedikit gambaran untuk membangun beberapa jenis website tertentu pada bagian-bagian selanjutnya di bawah ini.


Website Personal & Website Corporate / Perusahaan

Untuk membangun website personal dan website perusahaan bergantung pada tema yang kamu pilih.

Oleh karena itu kamu dapat mencari tema pada marketplace gratis (seperti cara yang saya jelaskan di atas) atau tema premium seperti ThemeForest.

Kamu dapat mengetikan kata kunci seperti “personal” untuk website pribadi atau “company” untuk website perusahaan pada direktori tema gratis WordPress ataupun marketplace.

Dari sana kamu dapat membandingkan serta memilih tema seperti apa yang sesuai dengan karakter website yang ingin kamu buat.


Website Toko Online (eCommerce)

Untuk membuat toko online atau eCommerce pada WordPress kamu akan memerlukan plugin yang bernama WooCommerce.

Dengan WooCommerce kamu dapat menjual beragam produk. Mulai dari produk fisik seperti baju, perhiasan ataupun produk digital, seperti ebook, kelas, tiket dan lain sebagainya.

WooCommerce merupakan plugin gratis yang dapat digunakan untuk menjadikan website kamu menjadi sebuah toko online (eCommerce). Dengan begitu kamu bisa menjual produk disana dan pelanggan bisa memesan, bahkan melakukan pembayaran dalam website kamu.

Untuk menggunakannya, kamu bisa meng-install WooCommerce dari marketplace plugin seperti yang saya jelaskan di atas.

Berikut adalah tampilannya ketika mencari WooCommerce pada marketplace plugin gratis:

Plugin WooCommerce pada Marketplace Plugin Gratis - Cara Membuat Website
Plugin WooCommerce pada Marketplace Plugin Gratis

Jangan lupa klik tombol ‘Install Now’ pada WooCommerce dan klik ‘Activate’ setelahnya, agar plugin tersebut terinstal dan aktif pada website kamu.

Setelah plugin WooCommerce aktif, kamu akan otomatis diarahkan ke halaman konfigurasi WooCommerce seperti gambar di bawah:

Halaman Konfigurasi WooCommerce Plugin WordPress - Cara Membuat Website
Halaman Konfigurasi WooCommerce Plugin WordPress

Yang harus kamu isi disini adalah detail tentang toko kamu.

Seperti alamat toko, kategori toko, jenis produk dan detail lainnya. Saran saya kamu mengisinya dengan benar agar memudahkan kamu nantinya.

Namun jika kamu ingin melihat-lihat saja terlebih dahulu, kamu dapat klik tulisan ‘Skip setup store details’ pada bagian bawah layar.

Setelah itu kamu akan melihat ada menu baru pada halaman admin web kamu, yaitu menu WooCommerce, yang terletak pada bagian yang saya tandai pada gambar di bawah ini:

Menu WooCommerce pada Admin Dashboard WordPress - Cara Membuat Website
Menu WooCommerce pada Admin Dashboard WordPress

Pada menu tersebut kamu dapat mengatur produk, mengatur toko ataupun memeriksa pesanan. Kamu bisa menjelajahinya satu per satu agar familiar dengan fitur-fitur tersebut.

WooCommerce sendiri memiliki plugin-plugin tambahan yang tersedia khusus untuknya. Seperti plugin pengiriman Tiki, JNE, J&T, FedEx, UPS, plugin pembayaran dan plugin fitur eCommerce lainnya.

Plugin-plugin WooCommerce (biasanya disebut WooCommerce Extension) dapat ditemukan gratis pada marketplace plugin ataupun berbayar pada CodeCanyon.

Namun pihak WooCommerce sendiri memiliki marketplace khusus. Kamu dapat mengunjungi disini.

WooCommerce Extension memang beragam dari segi fitur ataupun harganya. Namun yang perlu digaris bawahi ketika membuat toko online (eCommerce) adalah menggunakan fitur-fitur yang memang diperlukan untuk jenis produk dan pelanggan.


Website Portfolio

Untuk membangun website portfolio kamu dapat menggunakan dua cara. Cara pertama adalah memilih tema dengan fitur portfolio. Cara kedua adalah menggunakan plugin dengan fitur portfolio.

Menggunakan tema dengan fitur portfolio memang kadang menjadi pilihan yang sangat menarik. Terlebih lagi ada bentuk desain tertentu yang keren untuk web jenis portfolio.

Namun berdasarkan pengalaman saya, saya akan menyarankan kamu untuk menggunakan plugin.

Hal ini saya sarankan karena menampilkan portfolio dengan plugin membuat portfolio kamu tidak bergantung pada tema. Dengan begitu kamu tidak perlu khawatir jika mengganti tema website kamu nantinya.

Ketika kamu menempatkan portfolio menggunakan tema, ketika kamu ingin mengganti tema nantinya, kamu akan sedikit repot untuk memasukan ulang portfolio kembali.

Sehingga menurut saya pribadi menggunakan plugin lebih baik. Terlebih lagi jika portfolio yang kamu miliki sudah banyak.

Kamu bisa mencari plugin portfolio pada marketplace, baik yang gratis ataupun premium seperti CodeCanyon.

Ada salah satu plugin yang saya sukai yang dapat kamu beli pada CodeCanyon yaitu Portfolio Gallery – WordPress Portfolio dari Elfsight.

Portfolio Gallery - WordPress Portfolio dari Elfsight. - Cara Membuat Website
Portfolio Gallery – WordPress Portfolio dari Elfsight.

Namun jika ada tema tertentu yang sangat kamu sukai dan cocok digunakan sebagai web portfolio kamu, kamu juga dapat menggunakannya.

Menggunakan plugin atau tema untuk portfolio tidak menjadi masalah. Yang terpenting kita dapat menyajikan web yang membuat nyaman para pengunjung.


Website Komunitas

Untuk membangun website komunitas menggunakan WordPress kamu dapat menggunakan plugin.

Ada beberapa plugin yang dapat digunakan untuk fitur tambahan komunitas. Plugin yang saat ini paling umum digunakan untuk komunitas adalah BuddyPress.

BuddyPress adalah plugin gratis yang dikembangkan oleh komunitas WordPress.

Kamu dapat meng-install BuddyPress dengan mencarinya pada direktori plugin WordPress seperti di bawah ini:

BuddyPress pada Marketplace Plugin Gratis - Cara Membuat Website
BuddyPress pada Marketplace Plugin Gratis

Kamu juga dapat mengunjungi website BuddyPress di https://buddypress.org untuk mengunduh plugin tersebut secara langsung.

Seperti halnya WooCommerce, plugin BuddyPress juga memiliki ekstensi tertentu yang akan memudahkan kamu untuk mengembangkan web komunitas.

Kamu dapat mencari BuddyPress Extensions pada direktori plugin gratis ataupun berbayar seperti CodeCanyon.


Website Jenis Lainnya

Jika kamu merasa pada panduan ini tidak menemukan jenis website yang ingin kamu buat, kamu dapat mencoba mencari temanya terlebih dahulu pada direktori tema WordPress ataupun ThemeForest.

Seperti website booking hotel atau reservasi restoran contohnya. Untuk membangun website booking hotel kamu memerlukan tema yang mendukung fitur dan tampilan booking tersebut.

Mengembangkan website WordPress adalah hal yang menarik dikarenakan banyaknya pengembang WordPress yang terus mengembangkan fitur-fitur WordPress dalam format plugin maupun tema.

Ketika kamu terpikirkan ide website tertentu, kamu dapat mencari tema tersebut ataupun pluginnya. Jika sudah ada, berarti website tersebut sangat mungkin untuk dibuat. Jangan menyerah ya!


Search Engine Optimization (SEO)

Menerapkan SEO pada WordPress dapat dilakukan dengan plugin pendukung, walaupun pada dasarnya tanpa plugin pun website kamu tetap akan terindeks oleh Google atau mesin telusur lainnya.

Menggunakan plugin SEO akan membantu kita mengoptimalkan konten yang kita buat. Hal ini karena kebanyakan plugin SEO memiliki fitur to-do-list yang dapat memandu kita.

Lewat plugin SEO, kita juga dapat menyesuaikan judul dan deskripsi singkat halaman atau pos tertentu pada website kita yang nantinya tampil pada mesin pencari.

to do list Yoast SEO
Contoh analisis SEO dari Yoast plugin

Selain itu kita dapat menentukan kata kunci apa yang akan kita fokuskan pada halaman atau pos tersebut.

Hal ini akan menjadi sinyal yang kita berikan pada mesin telusur agar mereka mengetahui kata kunci apa yang kita targetkan untuk halaman tersebut.

Kita juga dapat mengatur meta tags yang terdiri dari beberapa hal yaitu:

  • Title: Dapat kita isi sesuai judul halaman atau pos tersebut. Meta title adalah judul yang kita tampilkan pada mesin pencari. Jadi Meta Title dapat berbeda dengan judul halaman itu sendiri. Walaupun tentunya bisa kita buat sama.
  • Description: Dapat kita isi dengan deskripsi singkat tentang halaman tersebut. Meta Deskripsi adalah tulisan singkat yang tampil pada mesin pencari di bawah link judul.
  • Keywords: Dapat kita isi dengan kata kunci target untuk halaman atau pos tersebut. Pada plugin SEO Yoast akan ada kolom untuk mengisi ini yang disebut ‘Focus Keyphrase‘.
  • Slug: Pada bagian slug kita dapat mengubah susunan URL / permalink halaman tersebut. Contoh misalkan secara default URL nya adalah fbajri.com/p=2231 dengan slug kita dapat mengubahnya menjadi fbajri.com/cara-membuat-website

Masih terdapat beberapa meta lain, namun yang saya sebutkan di atas adalah yang paling inti untuk tiap halaman atau pos pada web kamu.

Contoh Tampilan URL pada SERP (Search Engine Results Page) Google - Cara Membuat Website
Contoh Tampilan URL pada SERP (Search Engine Results Page) Google

Plugin SEO yang saya rekomendasikan adalah Yoast SEO. Kamu dapat mendapatkannya pada marketplace plugin gratis.

Tampilan Yoast SEO pada Marketplace Plugin Gratis WordPress - Cara Membuat Website
Tampilan Yoast SEO pada Marketplace Plugin Gratis WordPress

Setelah selesai melakukan instalasi dan mengaktifkannya, kamu akan melihat fitur-fitur Yoast pada sisi kanan editor halaman dan pos kamu.

Untuk memunculkan kolom dan analisis SEO dari Yoast, kamu dapat mengklik logo Yoast pada sisi kanan atas, seperti yang saya tandai pada gambar di bawah ini:

Tampilan Yoast pada Sisi Kanan Editor WordPress - Cara Membuat Website
Tampilan Yoast pada Sisi Kanan Editor WordPress

Kamu dapat mengisi ‘Focus keyphrase‘ dengan kata kunci target dan melihat analisis SEO yang ditampilkan untuk halaman tersebut.

Jika kamu merasa kurang cocok dengan plugin SEO ini, kamu juga dapat menggunakan plugin SEO yang lainnya seperti: All in SEO, Rank Math dan lainnya.

Mengenal SEO Lebih Dalam

Ada panduan yang saya sarankan untuk kamu baca jika kamu ingin memahami SEO dengan lebih baik lagi, yaitu: The Definitive Guide To SEO.

Dengan membaca panduan tersebut kamu dapat membuat konten yang lebih baik lagi dari segi SEO agar nantinya konten tersebut mudah terindeks pada mesin pencari.

Kamu juga dapat membaca panduan SEO langsung dari Google disini. Saya sendiri pernah menuliskan mengenai Apa itu SEO dan Bagaimana Cara Mempelajarinya disini.

Mengenal SEO lebih jauh akan membuat traffic website kita terus berkembang. Oleh karena itu jangan berhenti membaca mengenai topik SEO pada sosial media ataupun forum.


Logo dan Kebutuhan Grafis untuk Konten Website

Bagi kamu yang mengelola website sendiri, terkadang kamu akan memerlukan logo, foto ataupun desain grafis untuk menjadi konten.

Jika kamu memiliki keterbatasan seperti waktu ataupun keahlian dalam hal grafis, saya menyarankan agar kamu mencari materi grafis tersebut pada website-website stok foto ataupun stok grafis gratis.

Contohnya pexels.com untuk stock photo dan video gratis dan freepik.com untuk kebutuhan desain grafis. Namun pastikan kamu meletakan link menuju website-website tersebut ketika menggunakan foto, video ataupun desain pada konten kamu.

Jika kamu ingin menggunakan materi grafis foto ataupun video tanpa harus memberikan kredit pada sang pemilik, kamu dapat berlangganan pada web seperti Envato Elements.

Dengan berlangganan Envato Elements, kamu dapat memenuhi kebutuhan materi grafis, foto, atau bahkan audio untuk lamu gunakan sebagai konten.

Disini tersedia template grafis, template video, stok foto, musik, tema WordPress, plugin WordPress dan lain sebagainya dengan jumlah yang sangat banyak.

Cukup membayar biaya berlangganan per bulan atau per tahun kamu dapat menikmati semuanya tanpa dibatasi.

Dengan menggunakan layanan seperti ini kamu terbebas dari kewajiban menyertakan kredit sumber pada tiap halaman ataupun pos kamu yang mengganggu estetika (ataupun SEO pada website).


Selesai sudah panduan lengkap cara membuat website sendiri ini. Jika kamu memiliki pertanyaan kamu dapat menuliskannya pada kolom komentar.

Jika kamu menyukai tulisan ini, bantu saya dengan membagikan tulisan ini pada sosial media kamu ya!

Semoga yang saya tulis disini bermanfaat. Terima kasih telah membacanya sampai habis. Sampai bertemu lagi pada tulisan saya yang lainnya! ^^


=====================

Bantu saya untuk terus mengembangkan blog ini dengan melakukan donasi lewat tombol di bawah ini:

=====================

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *