Kupas Fitur: Plugin Jetpack untuk WordPress

Kali ini saya ingin membahas tentang sebuah plugin pada WordPress yang sebetulnya saya rasa sudah sangat familiar buat para pengguna WordPress, yaitu plugin Jetpack WordPress.

Tapi untuk pemula, mungkin masih agak bingung tentang plugin Jetpack ini dan apa saja kegunaannya.

Dari semua plugin yang saya gunakan pada web WordPress, Jetpack termasuk plugin favorit karena fitur-fiturnya yang mempermudah dua belah pihak, yaitu kamu sebagai pemilik web dan pengunjung web kamu.

Pada tulisan ini saya akan membahas mulai dari instalasi, hingga penjelasan segala fitur Jetpack, agar kamu bisa mempertimbangkan untuk mulai menggunakannya.

Sebelum memulai, yang perlu kamu ketahui, pada tulisan ini saya menggunakan WordPress dengan bahasa Indonesia, jadi semua screenshot yang kamu lihat berbahasa Indonesia.

Yuk mulai!

Buat yang belum mengetahui bagimana cara mengubah bahasa pada WordPress, bisa membaca tulisan saya yang ini: Pengaturan Dasar WordPress.org

Tulisan ini juga dibuat untuk WordPress self-hosted, jadi bagi kamu pengguna WordPress.com bisa melihat-lihat dahulu fitur apa saja yang disediakan oleh plugin Jetpack ini.

Sebagai informasi, plugin Jetpack ini akan mewajibkan kamu memiliki akun pada WordPress.com untuk mulai menggunakan fitur-fitur yang ada di dalamnya.

Jika kamu belum memiliki akun pada WordPress.com maka bisa mulai mendaftar disana sebelum mulai menggunakan plugin Jetpack ini.

Instalasi dan Setup Plugin Jetpack di WordPress

1 - Instalasi dan Setup Plugin Jetpack di WordPress
1 – Instalasi dan Setup Plugin Jetpack di WordPress

Pada langkah pertama, setelah login pada WordPress kamu, di halaman Dashboard arahkan kursor ke menu ‘Plugin‘ dan klik ‘Tambah Baru‘ yang muncul di bawah menu tersebut. Seperti arah panah pada gambar di atas.

2 - Instalasi dan Setup Plugin Jetpack di WordPress
2 – Instalasi dan Setup Plugin Jetpack di WordPress

Selanjutnya kamu akan masuk ke dalam halaman seperti gambar di atas.

Pada halaman ini kamu bisa mengetikan kata kunci pada kolom pencarian di bagian kanan atas untuk mencari plugin Jetpack.

Tetapi biasanya jika kamu belum menggunakan plugin Jetpack, maka plugin Jetpack ditampilkan pada halaman ini.

Jika sudah ketemu, klik ‘Pasang Sekarang‘ seperti arah panah pada gambar di atas.

3 - Instalasi dan Setup Plugin Jetpack di WordPress
3 – Instalasi dan Setup Plugin Jetpack di WordPress

Setelah proses instalasi selesai, tombol ‘Pasang Sekarang’ tadi akan berubah menjadi tombol ‘Aktifkan’ seperti pada gambar di atas.

klik ‘Aktifkan‘.

4 - Instalasi dan Setup Plugin Jetpack di WordPress
4 – Instalasi dan Setup Plugin Jetpack di WordPress

Setelah klik tombol ‘Aktifkan’ tadi, kamu akan otomatis menuju ke halaman seperti pada gambar di atas ini.

Klik tombol ‘Siapkan Jetpack‘ untuk memulai.

Perlu diketahui pada langkah selanjutnya kamu akan diminta untuk masuk ke akun WordPress.com kamu, jadi pastikan kamu sudah memiliki akun WordPress.com sebelumnya.

5 - Instalasi dan Setup Plugin Jetpack di WordPress
5 – Instalasi dan Setup Plugin Jetpack di WordPress

Setelah login pada akun WordPress.com kamu akan melihat tampilan seperti gambar di atas ini. Yaitu halaman untuk menyetujui menghubungkan Jetpack dengan akun WordPress tersebut.

Klik ‘Approve‘ seperti arah panah pada gambar di atas.

6 - Instalasi dan Setup Plugin Jetpack di WordPress
6 – Instalasi dan Setup Plugin Jetpack di WordPress

Pada halaman berikutnya kamu akan ditawarkan beberapa pilihan paket Jetpack.

Untuk menggunakannya secara gratis scroll ke bagian bawah untuk menemukan tombol yang ditunjuk oleh arah panah pada gambar di atas.

Klik tombol ‘Start with free..‘ untuk memulai.

7 - Instalasi dan Setup Plugin Jetpack di WordPress
7 – Instalasi dan Setup Plugin Jetpack di WordPress

Setelah klik tombol ‘Start with free..’ tadi, kamu akan dikembalikan ke website kamu dengan tampilan seperti gambar di atas.

Silahkan klik tombol ‘Activate recommended features‘ untuk memulai.

Setelah itu fitur-fitur default dari Jetpack ini akan aktif dan proses instalasi serta pengaturan tahap awal telah selesai.

Jetpack

Fitur-Fitur Plugin Jetpack

Pada bagian ini saya akan membahas fitur-fitur yang ada pada plugin Jetpack.

Klik ‘Pengaturan‘ seperti arah panah pada gambar di bawah untuk mulai berkenalan dengan fitur-fitur yang ada pada plugin ini.

Masuk ke Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress
Masuk ke Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress

Tulisan

Pada bagian pertama saya akan mengajak kamu berkenalan dengan tab ‘Tulisan‘ yang ada pada salah satu menu di dalam pengaturan plugin Jetpack ini.

Tulisan A - Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress
Tulisan A – Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress

Pada bagian pertama dari pengaturan ‘Tulisan’ ini, seperti gambar di atas kamu bisa melihat:

Bilah peralatan WordPress.com

Jika kamu mengaktifkan fitur ini, maka ‘Admin Bar’ yang ada pada bagian atas WordPress kamu ketika login, akan digantikan seperti ‘Admin Bar’ yang ada pada WordPress.com

Selain itu, ketika kamu menulis sebuah pos, tampilannya akan sama ketika kamu menulis pada WordPress.com.

Fitur ini berguna untuk kamu yang baru beralih dari WordPress.com dan masih memerlukan adaptasi menggunakan WordPress self-hosted ini.

Secara default, fitur ini tidak aktif, tetapi kamu bisa mencoba untuk mengaktifkannya dan melihat perbedaannya sebagai bahan pertimbangan.

Jika menurut kamu sesuai dan nyaman, silahkan menggunakannya.

Tetapi saran saya jika memang masih sanggup untuk adaptasi, lebih baik tidak mengaktifkan fitur ini, karena menulis pada WordPress self-hosted ini juga sama nyamannya. Setidaknya menurut saya.

Menulis

Pada fitur selanjutnya di bawah fitur ‘Menulis‘ terdapat dua fitur yang dapat diaktifkan.

Fitur pertama adalah ‘Write posts or pages in plain-text Markdown syntax‘, fitur ini akan membuat kamu dapat menulis sebuah post dengan editor Markdown. Selengkapnya kamu bisa baca pada halaman ini.

Fitur ini tidak perlu diaktifkan jika kamu belum paham tentang Markdown, karena biasanya fitur ini digunakan oleh jurnalis (yang mengerti dan terbiasa menggunakan Markdown) yang membutuhkan waktu lebih cepat untuk menuliskan sebuah berita.

Fitur kedua adalah ‘Periksa ejaan, gaya, dan tata bahasa Anda‘, fitur ini bermanfaat jika kamu ingin menulis dengan ejaan, gaya dan tata bahasa yang benar.

Fitur ini sebenarnya sangat mirip dengan fitur yang kamu temukan pada Microsoft Word, tetapi saya sendiri tidak mengaktifkan fitur ini karena terlalu membuat gaya penulisan menjadi baku.

Selanjutnya kita lanjut ke pengenalan fitur yang masih ada pada bagian ‘Tulisan’, tetapi ada pada bagian bawah (lihat gambar di bawah ini).

Tulisan B - Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress
Tulisan B – Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress

Media – Gambar

Pada bagian fitur ini kamu bisa mengaktifkan ‘Tampilkan gambar dalam galeri karusel layar penuh‘. Dengan mengaktifkan ini, tampilan galeri yang kamu buat pada web akan tampil lebih menarik.

Di bawah fitur tersebut ada fitur tambahan ‘Tampilkan metadata Exif foto dalam karusel (jika tersedia)‘ dengan penjelasan di bawahnya.

Fitur tambahan ini biasanya digunakan oleh website WordPress yang digunakan oleh para fotografer untuk menampilkan data lengkap mengenai foto yang mereka tampilkan.

Kamu juga bisa memilih warna skema Carousel ini, antara ‘Hitam’ ataupun ‘Putih’ tergantung tema yang kamu gunakan.

Sebagai informasi tambahan, fitur ini cocok untuk mengoptimalkan tampilan galeri kamu pada mobile. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang fitur ini, kamu bisa melihat pada halaman ini.

Performa & kecepatan

Pada bagian ini, terdapat dua fitur yang akan membantu kamu untuk mengoptimalkan pengalaman pengunjung website.

Fitur pertama (ada pada gambar di atas, arah panah pada bagian bawah) ‘Penyajian gambar dari CDN global kami‘.

Dengan fitur ini gambar-gambar yang ditampilkan pada website kamu akan disediakan dari server yang tercepat dan terdekat dari jaringan Jetpack kepada pengunjung website.

Dengan begitu gambar akan dimuat lebih cepat.

CDN adalah singkatan dari Content Delivery Network.

Fitur kedua (ada pada gambar di bawah, arah panah pada bagian atas) ‘Aktifkan Lazy Loading untuk gambar‘ yaitu fitur yang membuat gambar pada sebuah halaman hanya dimuat ketika pengunjung sampai pada bagian gambar tersebut.

Sebagai informasi, biasanya ketika sebuah halaman website dimuat, maka seluruh gambar pada halaman tersebut juga termuat secara otomatis.

Dengan fitur ini pengunjung dapat mengakses halaman website kamu lebih cepat dan gambar akan termuat ketika pengunjung sudah sampai pada bagian tulisan yang ada gambar tersebut.

Tulisan C - Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress
Tulisan C – Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress

Custom content types

Pada bagian ini, Jetpack menyediakan dua fitur tambahan yang dapat kamu gunakan untuk website, yaitu ‘Testimonial‘ dan ‘Portfolio‘.

Testimonial akan menampilkan testimonial dari para pelanggan atau klien kamu (jika website tersebut untuk bisnis), sementara ‘Portfolio’ akan menampilkan portfolio yang pernah kamu kerjakan.

Kedua fitur ini bersifat tambahan. Jika kamu hanya menggunakan website sebagai sarana untuk menulis, mungkin kedua fitur ini tidak diperlukan.

Peningkatan tema

Tulisan D - Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress
Tulisan D – Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress

Pada bagian selanjutnya adalah ‘Peningkatan tema‘. Pada bagian ini Jetpack memberikan beberapa fitur tambahan yang dapat digunakan untuk mempermudah para pengunjung menggunakan website kamu.

Penting untuk diketahui, bagian ‘Peningkatan tema’ ini terkadang tidak berfungsi untuk beberapa tema, jadi kamu bisa mencoba-coba terlebih dahulu. Jika memang membuat error dan sebagainya, matikan fitur-fitur ini.

Fitur ‘Gulir tanpa batas‘ maksudnya adalah bagaimana kamu ingin menampilkan halaman pos pada pengunjung website kamu.

Jika pada default-nya halaman yang berisi pos-pos akan ditampilkan angka pada bagian bawah untuk melihat pos selanjutnya (seperti halaman 1,2,3, dst atau disebut pagination), pada fitur ini kamu diberikan pilihan untuk menampilkannya dalam format lain.

Pilihan pertama adalah menggunakan default bawaan tema tersebut, yang kemungkinan adalah melihat pos selanjutnya berdasarkan angka atau tombol ‘Selanjutnya’ (Next).

Pilihan kedua adalah menggunakan tombol untuk melihat pos berikutnya. Tombolnya adalah ‘Load More‘, namun pada bahasa Indonesia adalah ‘Lihat tulisan yang lebih lama‘.

Pilihan ketiga adalah menggunakan scroll. Jadi ketika pengunjung sampai pada bagian bawah halaman tersebut, maka pos selanjutnya akan dimuat tanpa memerlukan klik tombol dan lainnya secara otomatis.

Fitur ini akan sangat memudahkan pengunjung terutama pengunjung yang mengakses website kamu lewat mobile, tetapi akan mengurangi jumlah klik pada website.

Untuk kamu yang menayangkan iklan pada website, mungkin jumlah klik ini menjadi pertimbangan.

Selanjutnya adalah ‘Aktifkan tema Jetpack Mobile‘. Fitur ini berguna bagi kamu yang websitenya kurang mobile friendly atau kurang nyaman jika dibuka pada perangkat mobile.

Selain itu, jika mengaktifkan fitur ini maka tampilan website akan sangat minim tanpa menampilkan iklan (jika ada) dan sebagainya. Hanya bagian pokok seperti judul, tulisan dan media terkait.

Saya sendiri tidak mengaktifkan fitur ini karena menurut saya kurang menarik. Selain itu saat ini rata-rata tema WordPress sudah mobile friendly atau auto responsive yang artinya tampilan website akan menyesuaikan perangkat masing-masing pengunjung.

Berbagi

Selanjutnya saya akan mejelaskan menu selanjutnya di dalam ‘Pengaturan‘ plugin Jetpack ini, yaitu ‘Berbagi‘.

Berbagi A - Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress
Berbagi A – Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress

Pada menu berbagi ini kamu disediakan beberapa fitur pendukung lain untuk membantu kamu membagikan konten pada sosial media.

Sambungan Publikasikan

Pada bagian ‘Sambungan Publikasikan‘ kamu bisa ‘Membagikan pos secara otomatis ke jaringan sosial‘.

Maksudnya adalah ketika kamu menerbitkan suatu pos atau halaman pada website kamu, maka link dari pos tersebut akan otomatis dibagikan pada sosial media yang kamu hubungkan dengan Jetpack ini.

Klik ‘Sambungkan akun media sosial Anda‘ untuk mulai menghubungkan akun sosial media apa saja yang nantinya akan membagikan pos yang kamu terbitkan secara otomatis.

Tampilan setelah klik ‘Sambungkan akun media sosial Anda‘ adalah seperti gambar di bawah ini.

Berbagi B - Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress
Berbagi B – Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress

Pada halaman di atas kamu bisa memilih sosial media apa saja yang ingin kamu hubungkan ke Jetpack ini.

Kamu bisa menghubungkan sebanyak mungkin agar potensi mendapatkan pengunjung ke website kamu juga meningkat. Tentunya selama kamu membagikan post kamu pada sosial media tersebut.

Setelah proses menghubungkan ini selesai, kamu bisa kembali ke halaman website kamu dengan tombol kembali pada browser.

Tombol berbagi

Selanjutnya adalah fitur ‘Tombol berbagi‘. Dengan mengaktifkan fitur ‘Menambahkan tombol berbagi ke pos Anda‘ maka pada tiap tulisan kamu, akan ada tombol yang dapat pengunjung gunakan untuk membagikan tulisan tersebut ke sosial media.

Klik ‘Konfigurasikan tombol berbagi Anda‘ untuk mengatur tombol sosial media apa saja yang ingin kamu sediakan untuk pengunjung.

Tampilan konfigurasi tersebut akan terlihat seperti gambar di bawah ini.

Berbagi C - Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress
Berbagi C – Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress

Pada tampilan seperti gambar di atas kamu bisa mengubah tulisan defaultShare this‘ menjadi tulisan lain, yang bisa memicu pengunjung untuk membagikan tulisan kamu.

Klik ‘Edit label text‘ untuk mengubah tulisan ‘Share this‘ tersebut.

Pada tombol ‘Edit sharing buttons‘ kamu bisa mengubah atau menambahkan tombol apa saja yang ingin kamu sediakan.

Sementara tombol ‘+ Add “More” button‘ adalah untuk menambahkan satu tombol yaitu “More“, yang ketika di klik akan menampilkan pilihan sosial media yang lebih banyak untuk membagikan tulisan tersebut.

Tombol “More” ini digunakan agar tampilan tombol-tombol sosial media yang disediakan tidak tampil terlalu banyak.

Berbagi D - Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress
Berbagi D – Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress

Pada bagian selanjutnya kamu bisa mengubah gaya tombol-tombol sosial media tersebut pada bagian ‘Button style‘.

Silahkan klik satu per satu maka preview dari opsi yang dipilih akan terlihat.

Kamu juga bisa menambahkan tombol ‘Like‘ untuk para pengunjung yang lebih suka mengklik sebuah tombol sebagai tanda apresiasi terhadap tulisan, dibanding berkomentar.

Setelah selesai jangan lupa untuk klik tombol ‘Save Changes‘ pada bagian bawah.

Setelah selesai kita lanjut ke menu dalam ‘Pengaturan’ Jetpack selanjutnya.

Diskusi

Pada menu selanjutnya pada ‘Pengaturan‘ plugin Jetpack setelah ‘Berbagi‘ adalah ‘Diskusi‘.

Pada menu ini terdapat fitur-fitur yang akan mempermudah kamu dan pengunjung website kamu untuk berdiskusi tentang tulisan atau pun berlangganan pada website.

Diskusi B - Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress
Diskusi B – Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress

Komentar

Pada bagian ‘Komentar‘, kamu dapat mengaktifkan fitur yang mengizinkan para pengunjung website kamu dapat berkomentar menggunakan akun WordPress mereka, ataupun sosial media mereka.

Dengan mengaktifkan fitur ini, para pengunjung juga tetap dapat berkomentar pada tulisan kamu secara manual dengan mengisi nama, alamat email, dsb.

Kamu juga bisa mengganti tulisan ‘Tinggalkan Balasan‘ dengan kalimat lain yang dapat memancing pengunjung website untuk berkomentar pada website kamu.

Selanjutnya, masih tentang ‘Komentar‘, kamu juga dapat mengganti skema warna kolom komentar tersebut.

Terdapat dua pilihan yaitu ‘Gelap‘ dan ‘Terang‘. Silahkan pilih yang cocok untuk tampilan website kamu.

Pada fitur-fitur lain yang terdapat di dalam kotak merah pada gambar di atas,  yaitu:

Aktifkan kartu nama pop-up pada Gravatar pemberi komentar‘, jika fitur ini diaktifkan, setiap pengunjung yang berkomentar dan mempunyai akun Gravatar, ketika ada orang mengarahkan kursor pada avatar mereka, akan muncul pop-up yang disebut hover card.

Pada hover card tersebut pengunjung lain dapat melihat profile orang yang memberikan komentar tadi dengan lebih lengkap.

Hal ini bagus sebagai timbal balik kepada para pengunjung website agar website mereka juga dikenal oleh pengunjung lain.

Untuk ini kembali lagi pada kebijakan kamu, si pemilik website. Apakah perlu diaktifkan atau tidak. Selengkapnya tentang hal ini bisa kamu baca pada halaman ini.

Aktifkan penggunaan Markdown untuk komentar‘, jika fitur ini diaktifkan, maka pengunjung website dapat menggunakan Markdown untuk berkomentar. Sebelumnya kita telah membahas terkait Markdown ini pada bagian atas.

Dengan ‘Enable comment likes‘, fitur ini mengizinkan pengunjung untuk menyukai komentar dari pengunjung lainnya.

Berlangganan

Diskusi B - Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress
Diskusi B – Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress

Selanjutnya pada bagian ‘Berlangganan‘ kamu dapat mengaktifkan fitur berlangganan terhadap website kam.

Mereka bisa berlangganan tulisan atau komentar yang ada pada website kamu. Untuk mengaktifkan berlangganan ini para pengunjung hanya cukup mencentang kolom tersebut ketika ingin berkomentar pada sebuah tulisan.

Pengunjung juga bisa berlangganan pada website kamu lewat formulir sederhana yang bisa kamu letakan pada ‘Widget‘.

Kamu juga dapat melihat siapa saja yang telah berlangganan dengan mengklik ‘Lihat Pengikut Email Anda‘.

Jika pengunjung berlangganan, mereka akan menerima notifikasi pada email mereka setiap kali kamu menerbitkan sebuah tulisan.

Fitur ini bagus untuk menjalin hubungan dengan para pengunjung website kamu.

Lalu Lintas

Selanjutnya adalah menu ‘Lalu Lintas‘ yang ada dalam ‘Pengaturan‘ plugin Jetpack ini.

Pada menu ini Jetpack memberikan beberapa fitur tambahan untuk meningkatkan lalu lintas website (traffic) agar dapat lebih optimal lagi. Dengan tujuan membuat pengunjung website kamu semakin bertambah.

Lalu Lintas A - Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress
Lalu Lintas A – Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress

Statistik situs

Pada bagian atas dari menu ‘Lalu Lintas‘ ini terdapat ‘Statistik situs‘. Pada dasarnya bagian ini tidak perlu dirubah karena secara default sudah benar.

Tapi jika kamu klik arah panah yang ada disamping tulisan ‘Statistik situs‘ ini, maka akan muncul opsi detail seperti pada gambar di atas.

Saran saya jika kamu hanya adalah satu-satunya pengguna dalam website tersebut pengaturan ini dibiarkan saja secara default.

Related posts

Lalu Lintas B - Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress
Lalu Lintas B – Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress

Bagian selanjutnya adalah ‘Related posts‘. Jika kamu mengaktifkan fitur ini, maka pada bagian bawah sebuah pos akan terdapat tiga pos terkait.

Pengaitan artikel ini berdasarkan tag yang kamu gunakan pada pos ataupun kategori.

Kamu bisa memilih untuk menampilkan hanya tulisan saja pada bagian pos terkait ini dengan mengaktifkan fitur ‘Soroti konten terkait dengan judul‘ atau juga menambahkan thumbnail di atas setiap judul pos terkait tersebut dengan mengaktifkan ‘Tampilkan gambar mini jika tersedia‘.

Pilihlah mana yang sesuai untuk website kamu. Karena tidak selalu memunculkan thumbnail pada pos terkait akan menarik untuk website kamu.

Peta Situs

Lalu Lintas C - Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress
Lalu Lintas C – Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress

Bagian ‘Peta situs‘ ini adalah sebuah fitur yang membantu website kamu untuk memiliki file yang disebut sitemap. File ini akan membantu mesin pencari seperti Google, Bing dan lainnya untuk mengindeks website kamu pada mesin pencari.

File sitemap.xml ini bisa dibilang sangat membantu SEO (Search Engine Optimization) website kamu, tetapi pastikan di dalam website kamu tidak ada plugin lain yang menjalankan hal serupa agar tidak bentrok.

Site verification

Bagian ini biasanya digunakan untuk memverifikasi website kamu pada layanan-layanan yang disediakan oleh Google dan sebagainya.

Metode ini hanyalah salah satu metode untuk memverifikasi website kamu pada layanan tersebut, karena pada dasarnya setiap layanan memberikan beberapa pilihan metode untuk melakukan verifikasi.

Keamanan

Keamanan - Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress
Keamanan – Pengaturan Plugin Jetpack di WordPress

Pada menu terakhir dari halaman ‘Pengaturan‘ plugin Jetpack adalah ‘Keamanan‘.

Secara default yang sudah diaktifkan sudah sesuai jadi saya rasa tidak ada yang perlu dirubah, tetapi saya coba jelaskan fitur-fitur tersebut.

Pemantauan waktu tidak aktif

Fitur ini berfungsi ketika sewaktu-waktu website kamu tidak dapat diakses pengunjung, maka kamu akan diberikan notifikasi lewat email.

Perlindungan terhadap serangan paksa

Fitur ini memberikan perlindungan terhadap website kamu ketika ada yang mencoba “menyerang” website kamu. Fitur ini wajib untuk aktif.

Proses login WordPress.com

Fitur ini membuat kamu dapat login ke halaman admin website dengan username dan password yang terdaftar pada WordPress.com.

Hal ini akan mempermudah kamu sewaktu-waktu kamu lupa akses masuk ke halaman admin website. Jadi saya rekomendasikan fitur ini digunakan.


Itulah tadi penjelasan yang coba saya sampaikan secara mendetail tentang plugin Jetpack WordPress yang menurut saya “wajib” untuk kamu gunakan.

Silahkan dibaca dengan teliti sambil mencoba-coba fitur tersebut ya!

Jika kamu sudah merasa nyaman menggunakan plugin Jetpack ini, mungkin kamu ingin mencoba menggunakan paket Jetpack premium dengan fitur tambahan yang lebih mendukung website kamu, seperti:

  • Backup secara real time.
  • Malware scanning untuk mencegah malware pada website.
  • Perbaikan jaringan keamanan secara otomatis (jika terjadi).
  • Otomatis post ke sosial media dengan jadwal.
  • SEO tools.
  • Layanan prioritas jika terjadi suatu masalah.
  • Layanan tema premium.
  • Bergabung pada jaringan iklan WordPress.
  • Menerima metode pembayaran Paypal untuk layanan yang Anda sediakan pada website.
  • Meningkatkan lalu lintas pengunjung kepada website.

Fitur-fitur layanan premium Jetpack tersebut cocok untuk para profesional atau perusahaan yang ingin menggunakan website.

Jetpack

Jika kamu tertarik fitur-fitur di atas, kamu dapat melihat pilihan paket dan fitur secara lengkap pada halaman ini: Jetpack Pricing

Kamu juga bisa mendapatkan Jetpack Premium secara gratis jika menggunakan WPWebHost.

Terima kasih telah membaca! Sampai ketemu lagi ditulisan saya yang lainnya ya! ^^


=====================

Bantu saya untuk terus mengembangkan blog ini dengan melakukan donasi lewat tombol di bawah ini:

=====================

8 comments

    1. Iya saya pernah mengalami itu. Biasanya karena server hosting di Indonesia. Coba tanyakan pihak hosting ya untuk meminta bantuan.

  1. Halo mas Fahri, saya barusan aktifin plugin jetpack dan melakukan pengaturan standard, karena pakai yang free, tapi pas running, kok blog post jadi berubah themenya ya, jadi yang standard, saya pakai my theme shop. Nah apa yang salah dari pengaturannya. Terima kasih mas

    1. Halo,

      Boleh dijelaskan yang dimaksudkan standar itu bagaimana? Dan diakses lewat perangkat apa?

      Terlepas dari semua itu, pengaktifkan Jetpack tidak akan berpengaruh ke tema yang kita gunakan terkecuali untuk tampilan mobile-nya. Sempat saya singgung pada tulisan di atas.

  2. Lengkap banget mas ulasannya.

    Untuk tambahan ya mas. Jetpack ini dipasang kalau memang dirasa butuh dan hostingnya gak tabrakan sama jetpack ini. Karena jetpack dengan semua fitur2nya itu butuh memory gede. Kadang suka bikin hosting down untuk akses. Kalau saya memang pasang krn ada iklan jetpack.

    1. Wah iya bener! Memang sih Jetpack butuh memory besar. Terima kasih tambahannya Mas. Saya lupa malah soal ini. 😀

      Btw, Iklan yang dimaksud gimana ya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *