Pengaturan Dasar WordPress Self-Hosted



Pada tulisan ini saya akan coba memberikan panduan mengenai pengaturan dasar WordPress. Lebih tepatnya pengaturan WordPress self-hosted.

Pengaturan dasar ini mungkin akan berbeda jika kamu menggunakan WordPress versi .com.

Menurut saya, pengaturan dasar ini penting untuk dilakukan bagi para pengguna WordPress. Terutama mereka yang baru pertama kali menggunakannya.

Berikut adalah beberapa tips pengaturan dasar tersebut. Yuk simak!

Pengaturan Dasar WordPress self-hosted

Bahasa pada gambar atau screenshot di bawah ini mungkin akan berbeda dengan bahasa yang kalian gunakan. Silahkan diartikan sendiri ke bahasa yang kalian gunakan ya, agar dapat memahaminya lebih baik.

Namun untuk setiap tata letak menu dan opsi pada screenshot yang saya gunakan dalam tulisan tetap sama, apapun bahasanya.

Pada tulisan ini, saya tidak akan menjabarkan semua isi dari ‘Pengaturan’ WordPress, hanya beberapa bagian saja yang menurut saya sangat penting.

Beberapa hal yang saya sarankan dalam pengaturan dasar WordPress, antara lain:

Pengaturan – Umum

Pengaturan Umum Bagian Atas - Pengaturan Dasar WordPress self-hosted
Pengaturan Umum Bagian Atas – Pengaturan Dasar WordPress self-hosted

Pertama-tama, silahkan masuk ke menu ‘Pengaturan‘ kemudian pilih sub-menu ‘Umum‘ di bawahnya.

Setelah masuk, kamu akan melihat tampilan seperti gambar di atas ini. Pada bagian atas dari pengaturan ini kita bisa meng-editJudul Situs‘ dan ‘Slogan‘ website kita.

Untuk Alamat URL dan email akan otomatis terisi sendiri dan tidak perlu diubah. Hati-hati jangan sampai mengubah URL pada pengaturan ini. Karena akan berdampak banyak pada website kita. Pastikan kamu memahami apa yang kamu lakukan jika ingin mengubahnya.

Pada bagian ‘Keanggotaan‘ kita jangan centang jika hanya menggunakan website ini sendiri dan memang tidak mengizinkan orang lain untuk mendaftar pada website.

Jika kita mengizinkan orang lain untuk mendaftar, tetapi sebenarnya website hanya untuk blog pribadi, seringkali akan banyak bot spam yang mendaftar.

Di bawahnya terdapat ‘Peran Pengguna Baru Standar‘ yang berhubungan dengan fitur keanggotaan di atasnya. Tidak perlu drubah sementara ini.

Pilihan pada ‘Bahasa Situs‘ kita pilih yang memang kita ingin gunakan. Karena hal ini akan berdampak ke sebagian besar bahasa website. Kenapa sebagian besar saja? Karena biasanya ada beberapa bahasa yang menggunakan terjemahan dari tema atau plugin yang kamu gunakan.

Saran saya pribadi, gunakan bahasa sesuai bahasa penulisan kita, karena sedikit banyak akan mempengaruhi mesin telusur, seperti Google untuk mengindeks website kita.

Pada bagian ‘Zona Waktu‘ kita dapat memilihnya sesuai dengan kota tempat kita tinggal. Hal ini agar tidak membingungkan ketika kita menjadwalkan tulisan untuk terbit secara otomatis.

Pengaturan Umum Bagian Bawah - Pengaturan Dasar WordPress self-hosted
Pengaturan Umum Bagian Bawah – Pengaturan Dasar WordPress self-hosted

Kita lanjut ke bagian bawah dari halaman Pengaturan Umum tadi. Tampilannya seperti pada gambar di atas ini.

Pada bagian bawah, kita bisa mengatur ‘Format Tanggal‘ sesuai yang kita suka dan juga ‘Format Waktu‘. Untuk kedua hal ini tidak akan berdampak banyak, jadi kita bisa bebas memilih.

Kamu juga bisa memilih hari pertama dari setiap minggu. Umumnya hari Minggu ataupun hari Senin, namun kamu dapat memilih yang kamu sukai.

Setelah selesai jangan lupa klik tombol biru pada bagian bawah yang bertuliskan ‘Simpan Perubahan‘.

Pengaturan Dasar WordPress – Membaca

Selanjutnya kita ke sub-menu ‘Membaca‘ dari menu ‘Pengaturan

Pengaturan Membaca - Pengaturan Dasar WordPress self-hosted
Pengaturan Membaca – Pengaturan Dasar WordPress self-hosted

Setelah membuka sub-menu ‘Membaca‘ dari menu ‘Pengaturan‘, kamu akan melihat tampilan seperti gambar di atas ini.

Pada pengaturan ini ada beberapa hal yang dapat kamu sesuaikan, seperti tampilan halaman utama (tampilan beranda website).

Di sini kamu bisa memilih ketika orang membuka beranda (homepage) website, apa yang ingin kamu tampilkan, pos-pos terkini (default) atau sebuah halaman.

Satu halaman ditujukan sebagai halaman utama (beranda) dan satu lagi ditujukan halaman blog yang akan berisi pos-pos terkini dari kita.

Setelah membuat halaman yang akan kamu gunakan sebagai beranda dan halaman pos, kamu bisa memilih opsi kedua dari ‘Tampilan beranda Anda‘, yaitu ‘Halaman statis‘ dan memilih halaman-halaman yag tadi dibuat.

Pilihan pengaturan selanjutnya pada halaman ini adalah ‘Halaman blog menampilkan paling banyak‘, yang maksudnya adalah pada halaman blog, berapa pos yang akan tampil pada tiap halamannya?

Saran saya untuk ini disesuaikan dengan estetika tampilan website kamu dan kebiasaan pengunjung website. Karena tidak semua orang suka scroll terlalu jauh untuk menemukan tombol halaman berikutnya.

Selain itu memuat terlalu banyak pos yang tampil pada satu halaman akan membuat pengunjung kita memuat lebih banyak data yang seringkali membuat akses menjadi lambat.

Opsi berikutnya adalah ‘Umpan sindikasi menampilkan yang paling baru‘ yaitu jumlah pos yang ingin kita tayangkan pada fitur pencarian, kategori, tag ataupun arsip.

Berapa banyak jumlah pos yang ingin kita tampilkan ketika pengunjung mencari berdasarkan tag, kategori, arsip dan sebagainya. Saran saya untuk ini disamakan dengan bagian ‘Halaman blog menampilkan paling banyak’.

Berikutnya adalah ‘Untuk tiap artikel di dalam umpan, tampilkan‘ pilihannya ada 2 yaitu ‘Teks penuh‘ dan ‘Ringkasan‘.

Maksudnya adalah seperti ini, setiap pada halaman di tempat pos kita akan ditampilkan, kita ingin menampilkan pos tersebut secara penuh sampai akhir tulisan atau hanya menampilkan sebagian dan menambahkan tombol ‘Selengkapnya‘.

Sayangnya, berdasarkan pengalaman saya, opsi ini tidak terlalu berpengaruh karena tergantung tema yang kita gunakan.

Ada tema yang mengikuti pengaturan pada halaman ini, tapi lebih banyak yang tidak. Pada akhirnya kita juga harus memasukan blok ‘Selengkapnya’ pada tiap pos secara manual.

Tapi untuk berjaga-jaga, ada baiknya kita memilih ‘Ringkasan‘.

Penampakan pada Mesin Pencari‘ adalah opsi jika kita ingin website tidak tampil di mesin pencari seperti Google. Saran saya biarkan saja opsi tersebut. Tentunya kamu ingin website kamu mendapatkan pengunjung dari Google, bukan?

Setelah selesai jangan lupa klik tombol biru pada bagian bawah bertuliskan ‘Simpan Perubahan

Pengaturan – Permalink

Selanjutnya kita ke sub-menu ‘Permalink‘ yang berada di bawah menu ‘Pengaturan‘. Tampilannya seperti gambar di bawah ini.

Pengaturan Permalink - Pengaturan Dasar WordPress self-hosted
Pengaturan Permalink – Pengaturan Dasar WordPress self-hosted

Pada halaman pengaturan ini kita bisa mengatur ingin seperti apa URL dari setiap halaman atau pos kita akan tampil.

Hal ini penting karena permalink akan berdampak pada mesin telusur. Secara default WordPress akan menggunakan pengaturan ‘Biasa‘.

Namun kita harus menggantinya diantara tiga pilihan ini, yaitu:

  • ‘Tanggal dan Nama’
  • ‘Bulan dan Nama’
  • ‘Nama tulisan’

Pilihan lainnya, secara penerapan SEO (Search Engine Optimization) akan berdampak kurang baik untuk website kita.

Dari tiga pilihan tadi, gunakan mana yang memang sesuai dan cocok untuk website kita. Setelah selesai jangan lupa klik tombol biru pada bagian bawah bertuliskan ‘Simpan Perubahan‘.


Pengaturan-pengaturan ini menurut saya adalah pengaturan dasar yang penting untuk diterapkan pada website WordPress. Jadi kamu dapat mempertimbangkan untuk menerapkan panduan ini.

Kamu juga dapat membaca tulisan saya yang lainnya mengenai WordPress, yaitu:

Jika ada pertanyaan lainnya mengenai WordPress, silahkan tulis pada kolom komentar di bawah ini ya.

Terima kasih telah membaca. Sampai bertemu kembali pada tulisan saya yang lainnya! ^^



5 comments

  1. Baru juga mau bikin tips setting wordpress untuk pemula. eh dirimu sudah terbit aja. hehehe.

    Pengaturan bahasa ini juga efek banget pas nanti kita pakai plugin yoast mas. kl msh dalam bahasa inggris, yoast kita akan merah kebanyakannya. tp kl udah dalam bahasa indonesia, jadi hijau.

    makasih sharingnya mas.

    1. Bikin aja, Mas. Biar saling melengkapi. 😀

      Wah noted! Terima kasih juga Mas info tambahannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

UNLIMITED DOWNLOADS: 50+ Million WordPress & Design Assets