Pengertian Domain; Mulai dari Cara Kerja Hingga Cara Membeli

Mendengar kata “domain” sepertinya sekarang ini bukanlah hal yang asing dalam dunia digital, namun apa sih pengertian domain? Apa sih definisinya domain dalam website? Apa saja jenis-jenisnya?

Pada tulisan ini saya akan coba untuk membahas mengenai pengertian domain secara spesifik dalam dunia website. Saya juga akan coba untuk mengenalkan beberapa jenis domain yang saat ini ada di pasar.

Yuk simak! ツ

Apa sih yang dimaksud dengan domain?

Dalam dunia digital, khususnya website, domain adalah sebuah alamat. Ibarat web adalah sebuah rumah, maka domain adalah alamat dari rumah tersebut. Dengan demikian orang dapat mengaksesnya dengan mudah.

Yang kita sebut dengan internet, pada dasarnya adalah jaringan luas komputer yang terhubung satu dengan lainnya. Setiap komputer yang terhubung pada jaringan ini memiliki identitasnya masing-masing yang disebut IP Address (Internet Protocol Address).

IP Address pada dasarnya terlihat seperti ini: 127.0.128.12 dan pada dasarnya setiap website memiliki IP Address. Namun dengan identitas website yang berupa nomor seperti ini pasti akan sulit untuk diingat.

Domain diciptakan untuk menyelesaikan masalah ini. Sehingga sebuah alamat website mudah diingat, dengan begitu dapat diakses dengan mudah.

Contoh, ketimbang mengetikan 127.0.128.12 pada browser kamu untuk mengakses website ini, kamu cukup mengetikan https://fbajri.com.


Bagaimana cara kerja sebuah domain website?

Ketika kamu mengetikan sebuah alamat website pada browser kamu, maka browser tersebut akan melakukan permintaan pada jaringan server global yang membentuk DNS (Domain Name System).

Jaringan server ini kemudian akan mencari server yang terkait dengan website tersebut kemudian meneruskan permintaan browser kesana.

Sebagai contoh, jika website kamu menggunakan layanan hosting Hostinger, maka nama server website kamu akan terlihat seperti ini:

  • ns1.dns-parking.com
  • ns2.dns-parking.com

Nama server ini dikelola oleh layanan hosting kamu. Layanan hosting kamu akan merespon permintaan tersebut dan meneruskannya ke server spesifik dimana website kamu ditempatkan.

Setelah menemukannya, server tersebut akan merespon dengan mengirim data website kamu pada browser pengakses tadi. Dengan begitu website kamu ditampilkan.

Terdengar seperti proses yang panjang, namun karena kecepatan internet dan kecanggihan teknologi, kita dapat dengan singkat mengakses sebuah website.


Siapa yang bertanggung jawab atas domain?

Ada sebuah organisasi non-profit bernama ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers). Organisasi ini yang membuat dan menetapkan aturan serta kebijakan terkait seluruh domain di dunia.

ICANN memberikan izin pada pada perusahaan-perusahaan yang disebut Domain Name Registrars untuk menjual domain.

Perusahaan Domain Name Registrars inilah yang dapat mendaftarkan domain kamu serta mengaturnya. Seperti membeli domain, memperpanjang domain, mentransfer domain kamu ke perusahaan Domain Name Registrars lain dan sebagainya.

Namun tentunya untuk memiliki domain, memperpanjang domain ataupun mentransfernya ke Registrars lain, akan ada biaya kan dikenakan.

Pada dasarnya istilah “membeli” domain kurang tepat, karena sebenarnya yang kita lakukan adalah menyewa domain tersebut. Selama kita memperpanjangnya terus menerus maka akan dapat kita pergunakan. Namun ketika masa berlakunya habis dan tidak kita perpanjang, maka domain tersebut dapat dibeli oleh pihak lain.


Jenis-Jenis Domain Website

Domain website memiliki berbagai macam ekstensi seperti .com .info .org .id dan masih banyak lagi. Namun domain bisa dikategorikan dalam beberapa jenis, antara lain:

Top Level Domain (TLD)

TLD adalah jenis domain yang ada paling atas dalam tingkatan domain. Hal ini karena ekstensi pada TLD dapat dibeli oleh siapa saja (selama masih tersedia).

TLD memiliki banyak sekali ekstensi, namun yang populer adalah .com .net dan .org. Orang Indonesia cenderung memilih domain TLD karena lebih mudah didaftarkan dan variasinya beragam.

Beberapa contoh ekstensi domain kategori TLD adalah .com .org .info .net .co .blog .design .biz dan masih banyak lagi.

Country Code Top Level Domain (ccTLD)

ccTLD merupakan jenis domain yang merujuk pada negara tertentu secara spesifik. Seperti .co.id .or.id ataupun .id.

Biasanya domain ccTLD digunakan untuk menandakan sebuah bisnis ataupun website beroperasi pada wilayah negara tersebut. Dengan begitu dapat menumbuhkan kepercayaan para audiens mereka.

Berbeda dari TLD, ccTLD memiliki proses yang lebih rumit untuk pendafarannya. Hal ini karena setiap negara memiliki regulasi tertentu yang biasanya ditetapkan oleh sebuah lembaga pada negara tersebut.

ccTLD di Indonesia diurus oleh PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia). Website PANDI dapat dilihat disini.

Sponsored Top Level Domain (sTLD)

sTLD merupakan kategori domain yang “disponsori” untuk sekelompok komunitas atau lembaga tertentu pada negara. Domain jenis ini tidak dapat diperjual-belikan untuk umum dan dikelola sangat ketat.

Contoh domain sTLD di Indonesia adalah .go.id .ac.id dan .sch.id.


Cara Membeli Domain Website

Untuk memiliki atau lebih tepatnya “menyewa” sebuah domain untuk keperluanmu, kamu bisa mengunjungi layanan-layanan penyedia domain di Indonesia. Seperti Hostinger contohnya.

Namun jika kami ingin melihat opsi lain, kamu cukup mengetikan “beli domain” pada Google dan kamu akan mendapatkan banyak sekali alternatif lain.

Namun ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum membeli domain, antara lain:

  1. Pastikan penyedia layanan telah beroperasi lama dan masih akan terus beroperasi. Agar kamu dapat memastikan domain yang kamu gunakan dapat kamu perpanjang terus menerus.
  2. Pastikan tim support layanan penyedia domain mudah dihubungi. Hal ini berguna ketika kamu memiliki masalah terkait domain.
  3. Pastikan kamu mudah untuk mengubah poin DNS dari domain tersebut, seperti memiliki halaman kelola untuk pelanggan.
  4. Pastikan layanan penyedia domain tersebut rutin mengirimkan email untuk reminder perpanjangan ataupun hal lainnya.

Dengan memperhatikan beberapa poin tersebut, kamu dapat lebih tenang dalam mengurus website yang kamu miliki.


Nah, itu adalah sedikit pengertian domain yang dapat saya sampaikan. Jika kamu ingin membeli domain, kamu dapat membaca tulisan saya mengenai tips membeli domain disini.

Jika kamu memiliki pertanyaan seputar domain, silahkan ditanyakan pada kolom komentar di bawah ini ya! ^^



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *