Tips Memilih Tema WordPress Premium ataupun Gratis!



Pada tulisan ini saya akan coba untuk membagikan beberapa tips penting dalam memilih tema WordPress premium ataupun gratis.

Karena sebuah tema biasanya kita gunakan untuk jangka panjang, oleh karena itu tips pada tulisan ini mungkin penting untuk menjadi bahan pertimbangan dalam memilih tema WordPress.

Banyaknya pilihan tema pada WordPress sekarang ini membuat kita dapat lebih selektif lagi dalam memilih tema yang terbaik dan sesuai untuk website kita.

Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa hal yang justru membuat tema yang digunakan akan menjadi hambatan bagi website kita, jika kita salah memilih temanya.

Berikut adalah beberapa tips dalam memilih tema untuk WordPress untuk menghindarinya.

Sebelumnya, mungkin kamu sudah tahu jika tema WordPress terbagi menjadi dua kategori, yaitu tema gratis dan tema WordPress premium.

Yang membedakan dua kategori tersebut biasanya adalah fitur, tata letak dan beberapa hal lainnya.

Namun, pada dasarnya tema apapun dari kedua kategori tersebut, masih layak untuk kita gunakan pada website kita. Tentunya ada beberapa batasan tertentu jika menggunakan tema gratis.

Tema WordPress Gratis

Untuk mendapatkan tema gratis, kita bisa ke menu Tampilan > Tema seperti pada gambar di bawah ini.

Memilih Tema Gratis Tips Memilih Tema WordPress
Memilih Tema Gratis Tips Memilih Tema WordPress

Pada halaman ini kita bisa memilih tema berdasarkan tema unggulan, tema yang paling populer, tema yang paling baru, tema favorit ataupun memilih tema berdasarkan fitur.

Kita bisa juga bisa melihat preview dari tema tersebut (walaupun terbatas dan tidak menampilkan potensi tema tersebut secara penuh).

Pada bagian berikutnya dalam tulisan ini, saya juga akan memberikan tips tentang bagaimana cara melihat full demo dari sebuah tema gratis. Jika kamu perlukan.

Selain memilih tema gratis melalui Dashboard WordPress, kamu juga dapat memilih tema gratis yang disediakan melalui halaman ini.

Bedanya jika kita memilih melalui halaman tersebut, kita harus mengunduh tema tersebut. Kemudian pada bagian Tampilan > Tema, kita harus mengunggah file dari hasil download tersebut (dalam bentuk .zip).

Tema WordPress Premium

Selanjutnya tema yang tersedia untuk WordPress adalah tema premium. Tema WordPress premium adalah tema yang harus kita beli untuk mendapatkan file dan dokumentasi tema tersebut untuk menggunakannya.

Biasanya tema premium dijual per-lisensi. Jadi satu lisensi tema hanya dapat digunakan untuk satu website.

Tema WordPress premium ini sendiri biasanya dapat dibeli pada marketplace seperti ThemeForest yang menjual tema-tema premium WordPress.

Namun pada Envato Elements kamu cukup berlangganan dan dapat mencoba ratusan tema yang tersedia disana.

Dari sekian banyak marketplace yang menjual tema WordPress premium, ada dua yang paling populer yaitu:

ThemeForest & Envato Elements

Kedua marketplace tema premium tersebut adalah yang paling sering saya gunakan untuk memilih tema.

Untuk membelinya pun cukup mudah, dengan mendaftar dan membayarnya dengan Paypal.

Setelah mengetahui bagaimana dan dimana tempat mencari tema WordPress, berikut adalah beberapa tips yang penting sebelum menentukan tema yang akan kita gunakan pada website.

Berikut adalah beberapa contoh tema premium WordPress:

landing page wordpress moto
landing page wordpress sederhana
landing page wordpress business
landing page wordpress start up
landing page wordpress teknologi
landing page wordpress musik
landing page wordpress sport



Tips Memilih Tema WordPress Premium ataupun Gratis

Saya akan coba menuliskannya berdasarkan urutan yang paling penting.

Berikut adalah poin-poin yang biasanya menjadi bahan pertimbangan saya sebelum memilih tema WordPress:

Tampilan Tema WordPress

Sebagai langkah awal sebelum melakukan poin-poin tips selanjutnya, saya biasanya akan menentukan tampilan apa yang sesuai dengan website yang ingin dibangun.

Untuk hal ini tergantung selera kita (atau klien) dan juga citra yang ingin ditampilkan oleh website tersebut.

Kita juga harus mengumpulkan setidaknya lima perbandingan tema-tema yang berpotensi untuk kita gunakan dan mulai menentukan dari lima pilihan tema tersebut.

Update Tema WordPress

Biasanya, setiap tema WordPress akan di-update secara berkala oleh pihak pengembang tema tersebut.

Hal ini karena beberapa hal, seperti peningkatan performa tema, penambahan fitur, atau penyesuaian terhadap update dari versi WordPress itu sendiri.

Jika tema tersebut terakhir kali di-update 6 bulan yang lalu, biasanya saya tidak akan memilih tema tersebut.

Karena tema yang sudah lama tidak di-update seringkali memiliki error karena tidak sesuai dengan WordPress versi terbaru atau plugin-plugin yang lain.

Berdasarkan pengalaman, tema yang conflict terhadap versi WordPress atau plugin adalah hal yang akan menguras waktu, tenaga, pikiran dan juga biaya.

Jadi untuk menghindari kesulitan-kesulitan yang akan muncul dikemudian hari, lebih baik kita tidak memilih tema out-dated tersebut. Semenarik apapun tampilannya.

Untuk melihat kapan terakhir tema tersebut di-update, jika tema premium pada ThemeForest contohnya, mereka mencantumkan kapan terakhir tema tersebut di-update seperti pada kotak merah yang saya tandai pada gambar di bawah ini.

'Last updated' pada ThemeForest -Tips Memilih Tema Pada WordPress
‘Last updated’ pada ThemeForest -Tips Memilih Tema Pada WordPress

Kita juga bisa menemukan hal yang sama pada Envato Elements.

Tetapi, untuk kalian yang menggunakan tema gratis, cara menemukan tanggal update dari suatu tema agak lebih “tricky“, karena kalian harus menemukan website si pengembang tema dan juga demo “asli” dari tema tersebut.

Saya sebut “asli” karena biasanya tema yang ditampilkan oleh pengembang akan memunculkan semua potensi tema, tidak seperti yang kita lihat dari halaman direktori tema yang ada pada halaman admin WordPress.

Menemukan demo “asli” dari tema gratis pada WordPress

  1. Temukan tema yang terdapat dari menu Tampilan > Tema pada Dashboard WordPress atau halaman ini.
  2. Salin nama tema tersebut.
  3. Tempel nama tema tersebut pada Google. Jangan lupa menambahkan kata-kata “theme demo“. Contoh jika nama tema tersebut adalah XYZ, maka Googling dengan kata kunci “XYZ theme demo.
  4. Selanjutnya, buka beberapa tautan yang terdapat pada bagian atas halaman hasil pencarian (yang bukan merupakan iklan).
  5. Biasanya dari beberapa tautan tersebut, salah satunya adalah website si pengembang tema ataupun demo “asli” dari tema tersebut.
  6. Jika demo tema tidak ditemukan pada Google, hal ini bisa menjadi salah satu alasan kita untuk tidak menggunakan tema tersebut karena lebih beresiko.
  7. Karena jika sesuatu terjadi, kita tidak memiliki kontak pihak pengembang untuk meminta bantuan ataupun konsultasi.

Tema WordPress Responsif (Mobile Friendly)

Saat ini, para pengguna internet dapat mengakses website kita dari banyak pilihan perangkat.

Oleh karena itu tema yang responsif menjadi poin pertimbangan penting untuk saya dalam menentukan tema premium ataupun gratis.

Responsif sendiri artinya tema tersebut dapat menyesuaikan tampilannya secara otomatis tergantung pada perangkat yang digunakan pengunjung.

Biasanya responsif ini disebut sebagai Auto Responsive pada tema. Pastikan tema yang kalian pilih untuk digunakan sudah mempunyai fitur ini. Karena jika tidak, kalian akan berpotensi kehilangan pengunjung website.

Tema premium 98% sudah memiliki fitur Auto Responsive ini, namun pada tema gratis biasanya hanya 85% yang sudah memiliki fitur ini dan sebagian hanya “sekedarnya” (bukan potensi maksimal untuk tampilan mobile friendly)

Kecepatan Tema WordPress

Hal keempat yang biasanya saya perhatikan dalam memilih tema WordPress adalah kecepatan dari tema tersebut.

Terlepas dari faktor server website, koneksi pengunjung dan lainnya, tema juga bisa membuat lambat sebuah website.

Biasanya tema-tema yang lambat adalah tema yang terlalu banyak menggunakan JavaScript untuk animasi dan lain sebagainya, serta tema yang terlalu banyak memiliki HTTP Request.

Tema-tema seperti ini biasanya sangat menarik dari sisi tampilan dan terlihat “wah”, namun sisi buruknya adalah tema-tema seperti ini lambat ketika diakses oleh pengunjung.

Terlebih lagi ketika koneksi si pengunjung website sedang lambat. Oleh karena itu tema-tema seperti ini harus kamu hindari.

Cara memeriksa kecepatan sebuah tema WordPress, yaitu kita bisa menyalin URL demo tema tersebut, dan memeriksa kecepatannya menggunakan tools ini:

Pingdom Speedtest

Hasil Speed Test Pada Pingdom
Hasil Speed Test Pada Pingdom

Pada bagian atas dari hasil tes pada website Pingdom tadi, kita dapat melihat rangkuman kecepatan seperti pada gambar di atas ini.

Dalam memilih tema yang diperhatikan dari hasil tes kecepatan adalah ‘Requests‘. Jika angkanya tinggi maka kemungkinan besar tema tersebut akan lambat ketika digunakan.

Sementara jika angka dari ‘Request‘ semakin rendah, biasanya ‘Load time‘  website juga akan semakin cepat.

Tema WordPress SEO Friendly

Selanjutnya adalah tentang SEO Friendly. SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization.

Istilah SEO Friendly sendiri artinya adalah ramah terhadap mesin telusur, seperti Google, Bing dan sebagainya.

Secara garis besar, hampir semua tema WordPress (gratis atau tema premium) merupakan SEO Friendly. Tetapi masih ada sebagian kecil tema WordPress yang masih belum ramah terhadap SEO.

SEO Friendly sebuah tema dapat dikur dari kecepatan, tampilan tema pada versi mobile dan juga struktur dari tema tersebut. Biasanya hal ini mudah kamu ketahui lewat tools seperti web.dev milik Google.

Penggunaan Fitur Tema WordPress

Selanjutnya adalah penggunaan fitur tema. Biasanya, tema akan memberikan fitur tertentu yang dapat kita pergunakan tergantung dari kategori tema tersebut.

Kategori tema biasanya dikelompokan berdasarkan jenis website seperti portoflio, company profile, online shop dan lain sebagainya.

Cara penggunaan tema untuk portfolio tentunya akan berbeda dari cara penggunaan tema company profile ataupun online shop.

Beberapa tema akan memberikan akses demo ke bagian halaman admin agar kita bisa melihat-lihat.

Jika mereka tidak memberikan akses demo ke bagian halaman admin, kita bisa menanyakan kepada si pengembang tema tentang tingkat kemudahan dari penggunaan tema tersebut atau melihat dokumentasi dari tema tersebut. (Jika dokumentasi dibuka untuk umum.)

Sebagai alternatif lain, kita juga bisa bertanya kepada orang-orang yang pernah menggunakan tema tersebut.

Dokumentasi Tema WordPress

Dokumentasi tema biasanya menjadi perhatian saya. Karena setiap tema cara menggunakannya berbeda-beda. Oleh karena itu dokumentasi tema sangatlah penting.

Biasanya dokumentasi tema hanya diberikan kepada para pembeli tema tersebut (tema premium), namun beberapa pengembang tema gratis juga memberikan dokumentasi yang baik pada tema yang mereka sediakan. Walaupun sangat jarang ditemukan.

Kebanyakan dokumentasi tema (tema premium atau tema gratis) disediakan secara online. Beberapa tersedia dalam format PDF ataupun HTML yang dapat diunduh bersamaan file tema tersebut.

Dokumentasi sebuah tema sangatlah penting karena dapat menjadi acuan kita untuk menggunakan tema, atau orang yang akan membantu kita dalam mengurus website.

Dengan begitu siapapun yang akan mengurus website kita dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan memberikan hasil yang optimal. Karena terdapat panduan lengkap menggunaka tema tersebut.

Bantuan Pengembang Tema

Pada tahap ini kita juga harus memikirkan soal support yang diberikan pengembang setelah pembelian, atau bisa disebut juga layanan after sales dari mereka.

Terkadang pada saat menggunakan sebuah tema ada faktor X yang tidak terduga. Entah terjadinya error, bug ataupun conflict dengan plugin. Pada saat seperti itulah kita akan memerlukan bantuan dari si pengembang tema.

Terkadang pengembang ada yang memberikan respon yang cepat, ada juga yang lambat. Oleh karena itu kita harus memastikan mendapatkan pengembang yang baik dan responsif.

Hal ini berlaku untuk pengguna tema premium ataupun tema gratis. Mungkin bedanya, jika gratis tidak menjadi prioritas sehingga akan mendapatkan respon yang lebih lama. Berbeda dari pengguna tema premium.

Tetapi apapun tema yang kita gunakan, pastikan si pengembang tema tersebut membuka jalur untuk layanan bantuan.

Review Tema WordPress

Review atau ulasan menjadi hal terakhir yang menjadi pertimbangan saya dalam memilih sebuah tema.

Pada bagian review biasanya saya akan melihat respon dari para pengguna tema tersebut.

Selain itu pada bagian review kita juga dapat melihat respon dari si pengembang terhadap ulasan-ulasan tersebut.

Pada marketplace tema premium seperti ThemeForest, kita bisa melihat review lebih jelas lagi.

Karena pengguna tema tersebut akan ditandai sebagai “Pembeli” yang artinya mereka benar-benar menggunakan tema tersebut.


Jadi kita dapat membedakan review dari pengguna tema yang sebenarnya atau review dari teman-teman atau relasi si pengembang tema.

Untuk pengguna tema gratis sayangnya kita tidak dapat mengetahui review tersebut benar-benar dari pengguna tema ataupun bukan, karena WordPress tidak memberikan tanda khusus seperti itu.

Namun biasanya hampir 90% yang memberikan ulasan tema gratis adalah pengguna tema tersebut.

Maka dari itu biasanya yang memberikan ulasan pada tema gratis adalah pengguna yang mengapresiasi tema tersebut. Atau menemukan masalah terhadap tema tersebut.

Poin-poin di atas merupakan dasar pertimbangan saya dalam memilih tema untuk WordPress. Mungkin tips ini akan membantu kalian dalam memilih tema terbaik untuk website WordPress kalian.

Yang perlu diingat adalah sebuah tema kita akan pergunakan jangka panjang. Oleh karena itu memilih tema yang tepat sangatlah penting.

Pastikan tema yang dipilih “lulus” poin-poin di atas, maka tema tersebut bisa dianggap layak untuk digunakan.

Terima kasih telah membaca tips ini. Sampai bertemu pada tulisan saya yang lainnya ya! ^^

Sumber gambar utama: Designed by Freepik



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

UNLIMITED DOWNLOADS: 50+ Million WordPress & Design Assets