Tips Penting dalam Memilih Tema WordPress

Untuk melengkapi tutorial yang saya coba share tentang pembuatan website menggunakan WordPress, kali ini saya akan coba untuk membuat tulisan mengenai tips dalam memilih tema untuk website WordPress.

Karena sebuah tema biasanya kita gunakan untuk jangka panjang, oleh karena itu tips-tips pada artikel ini penting untuk menjadi bahan acuan atau pertimbangan dalam memilih tema WordPress.

Karena banyaknya pilihan tema pada WordPress sekarang ini membuat kita dapat lebih selektif lagi dalam memilih tema yang terbaik dan sesuai untuk website kita.

Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa hal yang justru membuat tema akan menjadi “hambatan” bagi website kita (jika salah dalam memilih tema).

Berikut adalah beberapa tips dalam memilih tema untuk WordPress untuk menghindari “hambatan” tersebut.

Sebelumnya, mungkin kalian sudah tahu jika tema WordPress terbagi menjadi dua kategori, yaitu tema gratis dan tema premium.

Yang membedakan dua kategori tersebut biasanya adalah fitur, tata letak dan beberapa hal lainnya. Namun, pada dasarnya tema apapun dari kedua kategori tersebut, masih layak untuk kita gunakan pada website kita.

Untuk memilih tema gratis, kita bisa ke menu Tampilan > Tema seperti pada gambar di bawah ini.

Memilih Tema Pada WordPress
Memilih Tema Pada WordPress

Pada halaman ini kita bisa memilih tema berdasarkan tema unggulan, tema yang paling populer, tema yang paling baru, tema favorit ataupun memilih tema berdasarkan fitur.

Kita bisa juga bisa melihat preview dari tema tersebut (walaupun terbatas dan tidak menampilkan potensi tema tersebut secara penuh). Pada tulisan ini saya juga akan memberikan tips tentang bagaimana cara melihat full demo dari sebuah tema gratis.

Selain memilih tema gratis melalui Dashboard WordPress kita, kita juga dapat memilih-milih tema gratis yang disediakan melalui halaman ini.

Bedanya jika kita memilih melalui halaman tersebut, kita harus men-download tema tersebut. Kemudian pada bagian Tampilan > Tema, kita harus meng-upload (unggah) file dari hasil download tersebut (dalam bentuk .zip).

Selanjutnya adalah tema premium. Tema premium adalah tema yang harus kita beli untuk mendapatkan file tema tersebut dan mulai menggunakannya.

Biasanya tema premium dijual per-lisensi. Jadi satu lisensi tema hanya dapat digunakan untuk satu website.

Tema premium ini sendiri biasanya dapat dibeli pada marketplace yang menjual tema-tema premium WordPress.

Dari sekian banyak marketplace yang menjual tema premium, ada dua yang paling populer yaitu:

ThemeForest & Elegant Themes

Kedua marketplace tema premium tersebut adalah yang paling sering saya gunakan untuk memilih tema yang akan digunakan untuk website.

Untuk membelinya pun cukup mudah, dengan mendaftar dan membayarnya dengan Paypal.

Setelah mengetahui bagaimana dan dimana tempat mencari tema WordPress, berikut adalah beberapa tips yang penting sebelum menentukan tema yang akan kita gunakan pada website.


Tips Memilih Tema WordPress

Pada tips ini saya akan coba membuat urutan-nya mulai dari yang paling penting.

Berikut adalah poin-poin yang biasanya menjadi bahan pertimbangan saya sebelum memilih tema WordPress:

Tampilan

Sebagai langkah awal sebelum melakukan poin-poin tips selanjutnya, saya biasanya akan menentukan tampilan apa yang sesuai dengan website yang ingin dibangun.

Untuk hal ini tergantung selera kita (atau klien) dan juga citra yang ingin ditampilkan oleh website tersebut.

Kita juga harus mengumpulkan setidaknya lima perbandingan tema-tema yang berpotensi untuk kita gunakan dan mulai menentukan dari lima pilihan tema tersebut.

Update

Biasanya, setiap tema WordPress akan di-update secara berkala oleh pihak pengembang tema tersebut.

Hal ini karena beberapa hal, seperti peningkatan performa tema, penambahan fitur, atau penyesuaian terhadap update dari WordPress itu sendiri.

Jika tema tersebut terakhir kali di-update 6 bulan yang lalu, biasanya saya tidak akan memilih tema tersebut.

Karena tema yang sudah lama tidak di-update seringkali memiliki error karena tidak sesuai dengan WordPress versi terbaru atau pluginplugin yang lain.

Berdasarkan pengalaman, tema yang conflict terhadap versi WordPress atau plugin adalah hal yang akan menguras waktu, tenaga, pikiran dan juga biaya.

Jadi untuk menghindari kesulitan-kesulitan yang akan muncul dikemudian hari, lebih baik kita tidak memilih tema out dated tersebut. Semenarik apapun tampilannya.

Untuk melihat kapan terakhir tema tersebut di-update, jika tema premium pada ThemeForest contohnya, mereka mencantumkan kapan terakhir tema tersebut di-update seperti kotak merah pada gambar di bawah ini.

Last updated ThemeForest - Tips Memilih Tema Pada WordPress
Last updated ThemeForest – Tips Memilih Tema Pada WordPress

Kita juga bisa menemukan hal yang sama pada Elegant Themes.

Tetapi, untuk kalian yang menggunakan tema gratis, cara menemukan tanggal update dari suatu tema agak lebih “tricky“, karena kalian harus menemukan website si pengembang tema dan juga demo “asli” dari tema tersebut.

Saya sebut “asli” karena biasanya tema yang ditampilkan oleh pengembang akan memunculkan semua potensi tema, tidak seperti yang kita lihat dari halaman tema yang ada pada Dashboard WordPress ataupun halaman tema pada website WordPress.

Menemukan demo “asli” dari tema gratis pada WordPress

  1. Temukan tema yang terdapat dari menu Tampilan > Tema pada Dashboard WordPress atau halaman ini.
  2. Copy nama tema tersebut.
  3. Paste nama tema tersebut pada Google. Jangan lupa menambahkan kata-kata “theme demo“. Contoh jika nama tema tersebut adalah XYZ, maka Googling dengan kata kunci “XYZ theme demo“.
  4. Selanjutnya, buka beberapa link  yang terdapat pada bagian atas halaman hasil pencarian (yang bukan merupakan iklan). Biasanya dari beberapa link tersebut, salah satunya adalah website si pengembang tema ataupun demo “asli” dari tema tersebut.
  5. Jika demo tema tidak ditemukan pada Google, hal ini bisa menjadi salah satu alasan kita untuk tidak menggunakan tema tersebut karena lebih beresiko. Karena jika sesuatu terjadi, kita tidak memiliki kontak pihak yang dapat dimintai bantuan ataupun konsultasi.

Responsif (Mobile Friendly)

Saat ini, para pengguna internet dapat mengakses website kita dari banyak pilihan perangkat. Oleh karena itu tema yang responsif menjadi poin pertimbangan penting untuk saya dalam menentukan tema.

Responsif sendiri artinya tema tersebut dapat menyesuaikan tampilannya secara otomatis tergantung pada perangkat apa si pengunjung mengakses website kita.

Biasanya responsif ini disebut sebagai fitur Auto Responsive pada tema. Pastikan tema yang kalian pilih untuk digunakan sudah mempunyai fitur ini. Karena jika tidak, kalian akan berpotensi kehilangan pengunjung website.

Tema premium 98% sudah memiliki fitur Auto Responsive ini, namun pada tema gratis biasanya hanya 85% yang sudah memiliki fitur ini dan sebagian hanya “sekedarnya” (bukan potensi maksimal untuk tampilan mobile friendly)

Kecepatan Tema

Hal keempat yang biasanya saya perhatikan dalam memilih tema WordPress adalah kecepatan dari tema tersebut.

Terlepas dari faktor server website, koneksi pengunjung dan lainnya, tema juga bisa membuat lambat sebuah website.

Biasanya tema-tema yang membuat lambat adalah tema yang terlalu banyak menggunakan JavaScript untuk animasi dan lain sebagainya, serta tema yang terlalu banyak memiliki HTTP Request.

Tema-tema seperti ini biasanya sangat menarik dari sisi tampilan dan terlihat “wah”, tetapi sisi buruknya adalah tema-tema seperti ini lambat ketika diakses.

Terlebih lagi ketika koneksi si pengunjung website sedang lambat. Jadi tema-tema semacam ini harus dihindari.

Cara memeriksa kecepatan sebuah tema WordPress, kita bisa meng-copy URL demo tema tersebut menggunakan tools ini:

Pingdom Speedtest

Hasil Speed Test Pada Pingdom
Hasil Speed Test Pada Pingdom

Pada bagian atas dari hasil tes pada website Pingdom tadi, kita dapat melihat rangkuman kecepatan seperti pada gambar di atas ini.

Dalam memilih tema yang perlu diperhatikan dari hasil tes kecepatan adalah ‘Requests‘. Jika angkanya terlalu tinggi maka kemungkinan besar tema tersebut akan lambat ketika digunakan.

Sementara jika angka dari ‘Request‘ semakin rendah, biasanya ‘Load time‘  website juga akan semakin cepat.

SEO Friendly

Selanjutnya adalah tentang SEO Friendly. SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization.

Istilah SEO Friendly sendiri artinya adalah ramah terhadap mesin pencari, seperti Google, Bing dan sebagainya.

Secara garis besar, hampir semua tema WordPress (gratis atau premium) merupakan SEO Friendly. Tetapi masih ada sebagian kecil tema WordPress yang masih belum SEO Friendly.

SEO Friendly pada suatu tema WordPress dapat dilihat dari struktur kode tema tersebut, meta tags tema tersebut dan juga kecepatan tema seperti yang disebutkan di atas.

Untuk mengetahui struktur kode dan meta bagi pemula, caranya cukup mudah, yaitu:

  1. Buka halaman demo tema tersebut.
  2. Tekan CTRL + U (pada Windows) atau command + U (pada Mac). Perlu diketahui, browser Safari tidak bisa melakukan ini. Silahkan coba menggunakan browser yang lain, seperti Chrome, Firefox, dsb.
  3. Setelah halaman kode sumber terbuka, silahkan lihat penulisan kodenya dan cari beberapa baris (biasanya pada bagian atas) dengan tulisan ‘meta‘ di depannya.
  4. Jika baris tersebut ada dan terisi, maka hampir bisa dipastikan tema tersebut SEO Friendly. Umumnya baris dengan awalan kata “meta” ada beberapa, seperti meta title, meta description, meta keywords dan sebagainya.

Ada satu lagi tambahan penting terkait SEO Friendly ini. Untuk pengguna tema gratis, usahakan mencari tema yang pada bagian footer-nya dapat diganti atau tidak terlalu banyak link.

Karena biasanya pada tema gratis, si pengembang akan meletakan link pada bagian footer dari tema tersebut. Seperti “Made by xxxx” dan sejenisnya.

Jika si pengembang hanya meletakan satu link biasanya tidak akan menjadi masalah untuk SEO.

Tetapi ada juga pengembang yang meletakan dua sampai tiga link pada bagian footer tema. Jika seperti itu maka link-link tersebut akan menjadi masalah untuk SEO karena terlalu banyaknya Inbound Link pada bagian footer.

Penggunaan Fitur Tema

Selanjutnya adalah penggunaan fitur tema. Biasanya, tema akan memberikan fitur tertentu yang dapat kita pergunakan tergantung dari kategori tema tersebut.

Kategori tema biasanya dikelompokan berdasarkan jenis website seperti portoflio, company profile, online shop dan lain sebagainya.

Cara penggunaan tema untuk portfolio tentunya akan berbeda dari cara penggunaan tema company profile ataupun online shop.

Beberapa tema akan memberikan akses demo ke bagian halaman admin agar kita bisa melihat-lihat.

Jika mereka tidak memberikan akses demo ke bagian halaman admin, kita bisa menanyakan kepada si pengembang tema tentang tingkat kemudahan dari penggunaan tema tersebut atau melihat dokumentasi dari tema tersebut. (Jika dokumentasi dibuka untuk umum.)

Sebagai alternatif lain, kita juga bisa bertanya kepada orang-orang yang pernah menggunakan tema tersebut.

Dokumentasi Tema

Dokumentasi tema biasanya menjadi perhatian saya. Karena setiap tema cara menggunakannya berbeda-beda. Oleh karena itu dokumentasi tema sangatlah penting.

Biasanya dokumentasi tema hanya diberikan kepada para pembeli tema tersebut (tema premium), namun beberapa pengembang tema gratis juga memberikan dokumentasi yang baik pada tema yang mereka sediakan.

Ada juga beberapa dokumentasi tema (tema premium atau tema gratis) yang disediakan secara online.

Oleh karena itu menemukan website pengembang dan juga demo “asli” tema tersebut sangatlah penting.

Dokumentasi sebuah tema sangatlah penting karena dapat menjadi acuan kita atau orang yang akan membantu kita dalam mengurus website.

Dengan begitu siapapun yang akan mengurus website kita dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan memberikan hasil yang optimal karena terdapat panduan lengkap menggunaka tema tersebut.

Tentunya mereka harus memiliki kemampuan dasar dalam menggunakan WordPress itu sendiri.

Bantuan Pengembang

Pada tahap ini kita juga harus memikirkan soal support yang diberikan pengembang setelah pembelian atau bisa disebut juga layanan after sales dari mereka.

Terkadang pada saat menggunakan sebuah tema ada faktor X yang tidak terduga. Entah terjadinya error, bug ataupun conflict dengan plugin. Pada saat seperti itulah kita akan memerlukan bantuan dari si pengembang tema.

Terkadang pengembang ada yang memberikan respon yang cepat, ada juga yang lambat. Oleh karena itu kita harus memastikan mendapatkan pengembang yang baik dan responsif.

Hal ini berlaku untuk pengguna tema premium ataupun tema gratis. Mungkin bedanya, jika gratis tidak menjadi prioritas sehingga akan mendapatkan respon yang lebih lama.

Tetapi apapun tema yang kita gunakan, pastikan si pengembang tema tersebut membuka jalur untuk layanan support (bantuan) ini.

Review

Review atau ulasan menjadi hal terakhir yang menjadi pertimbangan saya dalam memilih sebuah tema.

Pada bagian review biasanya saya akan melihat respon dari para pengguna tema tersebut, lebih banyak masalah atau ucapan terima kasih?

Selain itu pada bagian review kita juga dapat melihat respon dari si pengembang terhadap ulasan-ulasan tersebut.

Pada marketplace tema premium seperti ThemeForest atau Elegant Themes, kita bisa melihat review lebih jelas lagi. Karena pengguna tema tersebut akan ditandai sebagai “Pembeli” yang artinya mereka benar-benar menggunakan tema tersebut.

Jadi kita dapat membedakan review dari pengguna tema yang sebenarnya atau review dari teman-teman atau relasi si pengembang tema.

Untuk pengguna tema gratis sayangnya kita tidak dapat mengetahui review tersebut benar-benar dari pengguna tema ataupun bukan, karena WordPress tidak memberikan tanda khusus seperti itu.

Namun biasanya hampir 90% yang me-review tema gratis adalah pengguna tema tersebut. Karena memberikan review palsu atau sekedar pujian juga tidak akan memberikan pengaruh karena tema tersebut disediakan secara gratis.

Maka dari itu biasanya yang memberikan ulasan adalah pengguna yang mengapresiasi tema tersebut atau menemukan masalah terhadap tema tersebut.

Poin-poin di atas merupakan dasar pertimbangan saya dalam memilih tema untuk WordPress. Mungkin tips ini akan membantu kalian dalam memilih tema terbaik untuk website WordPress kalian.

Yang perlu diingat adalah sebuah tema kita akan pergunakan jangka panjang. Oleh karena itu memilih tema yang tepat sangatlah penting.

Pastikan tema yang dipilih “lulus” poin-poin di atas, maka tema tersebut bisa dianggap layak untuk digunakan.

Terima kasih telah membaca. 🙂

Marketplace rekomendasi untuk pembelian tema: ThemeForest & Elegant Themes

Bagi kalian yang ingin tema gratis tapi dengan “rasa” premium bisa mendaftar di Theme Junkie

Di sana disediakan beberapa tema premium gratis yang dapat kalian gunakan untuk website.

Cara menemukan tema gratis tersebut (setelah mendaftar) bisa dilihat pada gambar di bawah ini:

Tema Premium Gratis - Theme Junkie
Tema Premium Gratis – Theme Junkie

Sewaktu-waktu kalian juga bisa meng-upgrade akun kalian jika tertarik pada tema lain pada Theme Junkie.

Sumber gambar utama: Designed by Freepik

4 Balasan untuk “Tips Penting dalam Memilih Tema WordPress”

Apa Komentar Kamu Tentang Tulisan Ini?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.